↻ Lama baca < 1 menit ↬

Tukang sampanye bekerja tanpa APD tapi jarang sakit

Kedatangan truk sampah, seminggu dua kali, Rabu dan Sabtu, bisa warga kenali dari suara drum plastik diseret di atas jalan beton, lalu diikuti derum mesin diesel truk. Selagi truk berhenti di satu titik, dua tiga petugas menjemput sampah.

Petugas pendahulu itu tak hanya mengeluarkan kantong plastik hitam besar wadah sampah dari bak dan tas-tas keresek berisi sampah kering maupun basah, tetapi juga memunguti sampah di atas jalan, dari bungkus makanan hingga masker bekas pakai.

Sampah yang terjatuh dari truk juga mereka pungut. Semuanya mereka lakukan dengan tangan telanjang, tanpa masker, bahkan saat pandemi tinggi kasus.

Dengan nyaman seorang petugas — sebutan umumnya adalah tukang sampah — bekerja sambil merokok. Ketika tangan memegang sigaret pastilah kotor, apalagi ketika musim hujan banyak sampah basah karena tak semua bak sampah berpenutup.

Mungkin kekebalan tubuh mereka lebih tinggi dari kita yang mudah sakit perut jika makan dan minum yang kurang higienis.

Tanpa petugas sampah semua orang kerepotan. Apalagi saat libur lebaran: banyak sampah dari dapur dan meja makan.

Petugas sampah tanpa masker maupun sarung tangan

Truk Sampah

Rapat RW: Jangan buang sampah di sini

Mari membuang sampah di lahan orang

Mari Membuang Sampah dengan Merdeka

Buanglah sampah di lahan orang, karena Tuhan Mahapengampun

Kita boroskan makanan sebagai sampah Rp330 T

Di IKN nanti mestinya dilarang buang baterai