↻ Lama baca < 1 menit ↬

Menulis itu seperti prajurit sejati: harus selalu berlatih

Pertanyaanmu aku jadikan judul. Jawabanku selalu ini: kalau memang ingin lakukan saja saat sempat, tanpa tenggat, dan suasana hati tepat.

“Tapi yang baca dikit atau malah nggak ada,” katamu.

“Makanya nggak usah,” kataku.

“Ngeblog nggak pakai domain sendiri, duit iklannya bukan buat aku.”

“Yah nggak usah.”

“Hari gini gimana caranya bikin blog bisa laku, bisa ngeksis kayak dulu, banyak yang komen, duit dari AdSense dapet?”

“Nggak tahu.”

“Tapi aku mau ngeblog lagi asal bisa mencapai itu semua.”

“Bikin tim promosi.”

“Duit belum masuk sudah keluar biaya.”

“Jêr basuki mawa béya. No pain no gain.”

“Atau bikin vlog ya? Gak banyak modal banyak yang bisa dapet duit.”

“Coba aja.”

“Tapi aku kepingin nulis soalnya tulisanku sekarang setelah pensiun dibilang nggak kayak dulu. Mungkin karena nggak diasah?”

“Ada dua hal….”

“Apa?”

“Pertama, kamu ingin ngeblog lagi supaya eksis, dapet duit atau lainnya?”

“Hmmmhhhh.”

“Kedua, nggak ada prajurit terlatih, yang ada cuma prajurit yang selalu berlatih. Liat tuh para musisi, sampe punya studio sendiri buat berlatih. Liat juga pelukis dan ilustrator, juga kartunis, sama desainer baju, selalu mencorat-coret.”

“Beda dong. Mereka cari nafkah.”

“Liat juga penekun bela diri. Mereka selalu berlatih padahal nggak dibayar dan nggak pernah berkelahi, bahkan menghindari….”

¬ Gambar praolah: Shutterstock

Apakah aku seorang penulis?

Plus minus ngeblog sebagai orang media