Mencuri daun jeruk tetangga

Inilah pertetanggan ala kampung: bumbu dapur tinggal petik dari tanaman tetangga.

▒ Lama baca < 1 menit

Mencuri daun jeruk tetangga untuk memasak bobor — Blogombal.com

Selagi saya memetik daun jeruk di luar tembok pagar tinggi itu terdengar suara nyonya rumah sedang berbicara dengan asistennya. Posisi tanaman di tepi jalan samping rumah. Usai memetik daun saya berjalan menikung ke pintu gerbang yang terbuka, yang menghadap jalan utama, “Bu X, saya barusan nyuri daun jeruk. Terima kasih, Bu.”

Mencuri daun jeruk tetangga untuk memasak bobor — Blogombal.com

Bu X tertawa, “Halah, itu memang aku hibahkan buat warga. Ambil aja langsung,” Lalu dia bertanya, istri saya mau masak apa. Ibu itu sejak dulu, sebelum menjadi nenek dari tiga cucu, menyebut nama saya dan istri saya hanya nama. Tetapi setelah saya tua, dia menyebut saya Oom, sedangkan terhadap istri saya cukup nama. Kalau sedang mampir ke sana, istri saya langsung ke dapur ibu yang pintar masak — tetapi dapur kateringnya di lain RT.

Mencuri bumbu dapur dari tanaman tetangga — Blogombal.com

Saya memetik daun jeruk karena penjual sayur kehabisan. Sudah biasa di lingkungan kami antartetangga mengambil bahan dapur dari tanaman yang memang disediakan untuk sesama. Itulah pager mangkok, kata orang Jawa, bagian dari saling berbagi makanan. Maka saya pernah mengambil daun pandan, daun salam, dan belimbing wuluh dari tanaman di luar pagar.

Mencuri bumbu dapur dari tanaman tetangga — Blogombal.com

Untuk daun salam dan daun jeruk ada yang menanam di dalam halaman. Tinggal buka pintu gerbang dan bilang, “Permisi… saya mau nyuri.” Kalau sedang di rumah, Pak B keluar, lalu mengajak ngobrol sebentar, dan lebih banyak bercanda. Kadang dia yang memilihkan dan memetik daun. Itu pun saya masih ditawari rokok tingwé tembakau hijau Gayo.

Dari semua daun tetangga yang boleh saya petik, ada satu yang tak pernah saya ambil karena tak tahu cara memanfaatkan, yakni daun kari. Saya pernah memetiknya untuk pembatas halaman buku.

4 Comments

mpokb Senin 11 Agustus 2025 ~ 22.28 Reply

Di kompleks saya juga bertukar gitu, Bang Paman.. Orang rumah saya sering minta daun salam atau daun jeruk ke tetangga, dan tetangga minta calincing alias belimbing wuluh atau daun pandan dan suji ke rumah saya. Paling laris si calincing itu, sampai ojol dan orang lewat boleh metik, daripada jatuh mubasir..

Pemilik Blog Senin 11 Agustus 2025 ~ 22.45 Reply

Waaaaa sip Mbak.
Nanti saya ikutan metik calincing.

Rudy Senin 11 Agustus 2025 ~ 14.43 Reply

Saya menanam pohon salam di depan pagar, siapapun boleh mengambilnya, termasuk tukang sayur keliling yang mengambil untuk dijual 😁

Pemilik Blog Senin 11 Agustus 2025 ~ 23.36 Reply

Enak ya, tukang sayur bisa kulak dengan percuma.

Tinggalkan Balasan