
Kemarin malam menjelang pukul tujuh, saya baru sadar kalau ada toko roti dan kue baru di Jalan Pasar Kecapi, Pondokmelati, Kobek, Jabar. Saya terkesan oleh poster promosi custom edible cake. Artinya gambar, termasuk foto, di atas kue itu bisa dimakan. Bukan hal baru memang. Tetapi setelah saya foto barulah saya sadar itu bukan toko anyar. Itu toko roti Bu Tri. Logonya belum berubah. Artinya saya kurang mengakrabi rute jalan kaki saya.
Tempo hari saya juga memotret toko roti, memang baru, di dekat Pasar Kecapi. Namanya Global Cake & Bakery. Saya dulu memotretnya karena terkesan akan promosi roti buaya di sana.

Lalu apanya yang menarik dari toko sekaligus pembuat kue dan roti? Tanpa merujuk data, saya beroleh kesan dalam bisnis ini terus bertambah pemainnya. Di gang kecil pun ada. Misalnya di Bulaktinggi, dekat Pasar Kecapi. Coba bandingkanlah dengan dua puluh tahun silam, toko kue dan roti tak sebanyak sekarang. Apalagi jika kita mundur ke tiga puluh tahun yang lalu.
Artinya pola konsumsi pangan masyarakat bergeser. Untuk mendukung dugaan ini tentu harus mencari data antarwaktu serapan gandum untuk roti dan kue, bukan untuk mi dan lainnya, secara nasional dan daerah. Kini coba buka Google Maps, dalam radius tiga kilometer dari posisi ponsel Anda ada berapa toko cake & bakery, selain bakso dan mi ayam?

Saya membayangkan soal ginian bisa dikulik menjadi sajian jurnalisme data, dilengkapi penggalian melalui peliputan mendalam yang berdaging disertai foto dan video ciamik bukan hasil AI. Memang sih ini pekerjaan lebih berat ketimbang memberitakan gugatan cerai istri eks gubernur, suaminya pernah menjadi wali kota.
¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan

4 Comments
Betul, Bang Paman. Di Bogor juga makin banyak bakeri baru, dari yang rumahan, ruko, sampai di mal. Juga makin banyak orang suka membuat roti sendiri. Harapan saya, semoga kue basah nggak terlupakan.
Btw, kalau pejabat tersangka korupsi bercerai, nanti harta gana-gini bakal disita atau aman yak?
Harta disita setelah terbukti merupakan hasil korupsi berdasarkan putusan hukum yang final.
Tapi kalo harta nggak disita sejak awal, dan rekening nggak diblokir, ya bisa menyusut. Makanya Rafael Alun sedih, jadi miskin, makan pun dikasih tetangga, karena rekening diblokir.
endingnya sungguh waduh ..
Oh 😏