
Senja tadi sebelum azan magrib berkumandang saya menghentikan langkah, dan memotret notifikasi sebuah rumah. Isinya tentang penerimaan paket. Semenjak pandemi dengan protokol kesehatan membatasi kontak fisik antarorang, keranjang paket memang kian lumrah.

Saat itu belanja daring meningkat, volume antaran bertambah, termasuk makanan dan minuman pesan antar. Saya memasang keranjang sepeda yang batal saya pakai karena tetap nyaman keranjang lipat di boncengan belakang untuk berbelanja ke pasar dan minimarket.

Ketika temaram senja disingkirkan gelap, saya lewat sana lagi dan kembali memotret rumah itu agar Anda dapat membayangkan letak dua foto sebelumnya. Baiklah, saya akui, dan pembaca setia blog ini sudah tahu, bahwa saya kadang menggabungkan bidikan dekat dan sedang bahkan jauh (long shot) agar lebih informatif.
Di lokapasar tersedia aneka kotak paket macam itu. Sebelumnya, tahun lalu, saya tahu dari video di media sosial. Biasanya kotak paket diterapkan pada rumah baru, atau yang telah selesai direnovasi, karena tata ruang pagar sudah disiapkan.
Kalau untuk kotak surat, saya masih punya, permanen dalam tembok pagar, saya buat pada 2006, dirancang pada 2002, bersamaan dengan pembuatan desain rumah. Berfungsikah? Tidak. Kurir surat dan loper koran lebih suka melemparkannya ke carport.
@pinshome Ini nih solusi buat yang suka belanja online biar paket rapi & aman. Aku pake kotak paketnya @Kapao OFFICIAL. Kotak paket ini bisa buat indoor / outdoor dan bisa di paten di lantai juga. Jadi aman ga bakal diambil orang 👌🏻 #kotakpaket #kotakpaketestetik #kotakpaketviral #paket #kapao #pinshome ♬ original sound – Pinshome – pinshome
Kini dengan adanya kotak paket dan surat model baru, maka rumah-rumah yang memasang bel interkom, dengan maupun tanpa kamera, bisa menjadi penyambung lidah penghuni rumah saat kurir paket datang, “Langsung masukin aja, Bang! Makasih ya!”



4 Comments
Kembali ke era Kotak pos, tapi kenapa bis Surat tidak berevolusi? Bis Surat dengan scale sistem Dan mekatronis mungkin akan ada
Lha wong tagihan telepon dan kartu kredit ada di aplikasi dan email kok. Koran sudah gak zaman.
Barang cetakan cuma selebaran, itu pun lebih sering fotokopian
Saya baru memasang penanda nomor rumah di era pandemi karena jumlah paket yang saya terima mulai bertambah volumenya.
Yang sedikit menggelikan, satu kurir paruh baya protes (agak ngedumel) ke saya karena tidak memasang nomor rumah. Saya katakan ke beliau bahwa paket yang beliau antarkan berisi pelat nomor rumah yang saya pesan.
Saya akhirnya memasang nomor tambahan untuk rumah di pintu pagar, dari pelat nomor mobil, agar lebih terlihat, karena nomor yang lama terlalu tinggi. Tukang ojek dan sopir taksi tak melihatnya.
Perbedaan kurir paket dan tukang ojek daring: kalau kurir hafal rumah karena rute antar tetap. Tukang ojek tidak.
Kurir juga tahu ada tempat khusus paket.