• Lama baca: 2 menit →

Keranjang di gerbang selama Covid-19

Covid-19 telah menuntut banyak penyesuaian. Misalnya dalam hal menerima paket dari kurir dan koran dari loper. Maka keranjang depan sepeda pun saya pindahkan ke gerbang pagar. Ini mengikuti saran banyak orang, termasuk dari kurir dan warga yang yang mengisolasi diri. Intinya adalah mengurangi kontak fisik.

Oh, sebentar. Saat menuliskan ini di ponsel saya mendengar seruan permisi di pagar tetangga yang sedang menjalani isolasi mandiri: “Sepada… sepada…” Sekali lagi sepada, bukan sepeda. Tampaknya kiriman makanan.

Sepada. Arkais nian. Selama ini saya hanya tahu dari buku cerita lama dan salam canda tamu saya sekian likur tahun silam.

Sepada. Dari “siapa ada?”. Is anybody home?

Kembali ke soal arkais. Setelah memasang keranjang saya teringat nasib kotak surat dalam tembok. Sudah lama kotak itu pensiun, jauh hari sebelum SMS berjaya, saat kartu Natal masih berdatangan.

Nasib kotak surat yang tidak berfungsi karena tergusur ponsel

Di luar hari raya, surat tidak masuk kotak, karena ada dua opsi. Pertama: harus ada tanda tangan resi terima surat. Kedua: nah ini yang sering, surat cukup dilemparkan ke carport. Sang pengantar tak mau turun dari motornya. Sama seperti loper koran. Untunglah kurir galon Aqua dan tabung gas tak melakukannya.

Sampai delapan tahun lalu hanya ada dua macam surat yang rutin datang. Yaitu tagihan kartu kredit dan tagihan telepon pascabayar. Lalu saya memilih via email saja. Semuanya via pos, bukan kurir partikelir.

Meskipun begitu ada juga tukang pos yang memasukkan kiriman ke kotak. Biasanya berupa kartu pos bergambar. Karena penghuni pos sudah jarang menengok isi kotak, lagi pula kacanya sudah buram, kartu pos kiriman itu bisa mendekam dua pekan lebih.

Pernah sekali, undangan resepsi pernikahan masuk kotak. Entahlah berapa lama amplop besar indah itu meringkuk di dalam kotak, tapi untunglah tidak kedaluwarsa, hanya mepet tenggat, lagi pula acaranya di luar kota.

Pemilik BlogPekerjaanUmumbelanja daring,belanja online,Covid-19,dinas pos,GoFood,isolasi mandiri,isoman,kantor pos,kotak surat,kurir,logistik,media kertas,nostalgia,pagebluk,paket,pandemi,tukang pos,virus koronaCovid-19 telah menuntut banyak penyesuaian. Misalnya dalam hal menerima paket dari kurir dan koran dari loper. Maka keranjang depan sepeda pun saya pindahkan ke gerbang pagar. Ini mengikuti saran banyak orang, termasuk dari kurir dan warga yang yang mengisolasi diri. Intinya adalah mengurangi kontak fisik. Oh, sebentar. Saat menuliskan ini...Suatu atau sebuah blog?