
Harga sapu ijuk di warung sayur ini Rp20.000. Kalau sapu nilon Rp15.000. Anda lebih suka yang mana? Mungkin malah tidak suka keduanya, dan lebih memilih sapu merang dengan helai kekuningan.
Makin sulit mencari sapu merang di area saya. Kalau Anda ke Sala, Jateng, silakan mengudap di warung selat Mbak Lies lalu membeli sapu merang. Sapu merang itu lebih lemas daripada sapu ijuk apalagi sapu nilon seperti dalam foto. Sapu nilon yang lemas dengan helai lebih kecil ada sih, tetapi lebih mahal.

Ketiga jenis sapu itu punya kelemahan yang sama namun beda tingkat. Kalau hanya disandarkan, helai-helainya akan ngépot. Sapu merang paling ringkih: selain gampang melengkung, kalau tak digantungkan juga mudah rontok. Sapu ini juga kurang tahan terhadap kelembapan.

Tempo hari, pikap moko menawarkan semua dagangannya @ Rp5.000, kecuali sapu. Tetapi masa sih ember besar boleh goceng? Yang pasti, sapu memang lebih mahal daripada gayung. Juga: membeli sapu dan pengki itu repot membawanya, saya pernah mengalami, naik sepeda lipat. Membeli secara daring, kurirnya kurang hepi membawanya. Kalau saja ada gagang sapu teleskopik enteng…


5 Comments
Sapu apa pun kalau buat menyapu rambut rontok, bikin repot huhu.. Btw saya pernah beli sapu di toko daring, tongkatnya diselempangkan di lengan/badan kurir 🙏
Seperti saya bawa sapu naik sepeda. Pernah jalan kaki 1 km dari pasar bawa ember dan sapu
Enteng tapi repot. Kok gak pesen ojek? Lha niatnya olahraga.
Oooh ternyata Paman tahu IG warung makan istri saya, to?😁
BTW mestinya ada catatan di akhir konten ini : bukan titipan/iklan/konten berbayar dari Warung Selat Mbak Lies di Solo yang sangat tersohor itu…😁😁
Iya saya baru tau saat reply ini dan kagum sama adminnya.
Komen kok nganyelké mbagusi, apalagi paragraf kedua 🙈
🤣😂