
Toko yang bermunculan di jalan kecil pinggir kota apa ya? Tanpa data, saya mengatakan toko ponsel dan kedai kopi. Juaranya adalah toko ponsel. Kalau kedai kopi, patah tumbuh hilang berganti. Warung makan juga, apalagi yang bertema kekinian. Sedangkan toko ponsel tak sampai meruyak namun bertahan lama. Ponsel bukan barang murah tetapi menjadi kebutuhan banyak orang, termasuk tukar tambah.

Berikutnya adalah toko parfum isi ulang. Memang tak sampai bertebaran seperti di Condet, Jaktim, tetapi di jalan kecil, apalagi dekat pasar, pasti ada. Misalnya toko di pengkolan dekat Pasar Kecapi, Jatiwarna, Pondokmelati, Kobek, Jabar. Coba buka Google Maps sebuah wilayah, dan carilah toko parfum.

Artinya penawaran dan permintaan itu hidup. Orang ingin wangi, untuk diri sendiri maupun kenyamanan sesrawungan atau sosial. Setidaknya pakai deodoran dan body splash. Selain wangi, perempuan maupun pria juga membutuhkan produk perawatan kulit. Sayang bisnis skin care diwarnai praktik curang, secara klinis tidak layak.

Menurut UMKM Indonesia, total estimasi modal yang dibutuhkan untuk membuka toko parfum refill Rp13 juta – Rp28,5 juta. Sedangkan menurut Adira Finance, dengan penjualan 100 botol parfum seharga Rp100.000 per botol, keuntungan kotornya Rp5 juta — Rp7 juta per bulan, tergantung margin.

¬ Infografik: Neferlogne dan Dapper Confidential

3 Comments
Di lingkungan saya, di pinggir jalan-jalan besar, muncul beberapa toko parfum seperti dalam konten di atas. Tapi jumlahnya masih di bawah toko-toko Madura.
Tentu parfum dan sembako beda 😂
Begitulah adanya😁