Toko berjalan, jualannya tetap lima ribuan

Harga barang dari plastik belum naik. Masih harga rakyat: Rp5.000.

▒ Lama baca < 1 menit

Toko berjalan alat rumah serba lima ribu rupiaj di Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Beberapa warga, termasuk pelintas, merubung toko berjalan berupa pikap itu. Moko, atau mobil toko, yang tak beratap itu menjual barang yang juga ada di Alfamart, dan warung kelontong sebelah minimarket itu. Kalau moko itu juga jual oli, mungkin kios di situ protes.

Toko berjalan alat rumah serba lima ribu rupiaj di Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Moko itu tak mangkal di situ. Kebetulan saja dia berhenti saat berjalan menjajakan dagangan karena ada orang menyetop ingin membeli. Lalu datanglah orang lain, lagi, dan lagi. Dari sepiker terdengar tawaran, “Semua goceng, goceng, goceng! Lima ribu! Kecuali sapu!”

Toko berjalan alat rumah serba lima ribu rupiaj di Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Isi moko itu alat rumah tangga. Namun si penjual menyebutnya perabot. Kalau dia hanya mengatakan perabotan, persepsi orang lebih ke meja, kursi, dan lemari serta rak. Maka dari sepiker selalu terdengar, “Parabot… parabot!” Umumnya moko macam ini dijalankan oleh orang Sunda.

Saya pernah memotret dan menulis moko alat rumah tangga ini pada 2022. Beda penjual, dagangannya lebih banyak. Namun keduanya adalah contoh ekonomi rakyat yang liat, tak mudah menyerah, tak banyak menuntut fasilitas kepada pemerintah.

Tinggalkan Balasan