Baju Lebaran: Yang beruang maupun tiada uang tidak membeli

Baju lawas alhamdulillah. Bisa reparasi maupun sewa baju ya Puji Tuhan.

▒ Lama baca 3 menit

Foto jurnalistik bagus beli baju Lebaran - Kompas — Blogombal.com

Foto karya fotografer Kompas P. Raditya Mahendra Yasa, yang dimuat Jumat (28/3/2025), ini menarik karena berbeda dari umumnya foto belanja baju Lebaran yang memotret mal.

Sebagai foto berita, inilah kapsi foto tunggal yang bertajuk “Berburu Baju Lebaran”:

Dua pedagang pasar mengunjungi salah satu lapak penjual pakaian di Pasar Johar, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/3/2025). Membeli pakaian baru menjelang Lebaran sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Pakaian baru itu akan mereka kenakan nanti saat Idul Fitri dan mengunjungi kerabat untuk bersilaturahmi.

Apakah Anda pada hari raya ini membeli baju baru? Kalau saya, tak selamanya membeli baju baru untuk Natal. Bahkan dalam keadaan normal, karena masih bekerja, pun belum tentu membelinya. Lha apalagi sekarang.

Dulu sesekali ada unsur urik atau curang sih, karena saya masih punya stok baju dalam plastik. Untuk celana, saya tidak pernah membeli untuk Natalan. Rasanya sudah tujuh delapan tahun saya tak membeli baju baru untuk Natal.

Likuran tahun silam, saya malah pernah membeli baju Lebaran, berupa kemeja halus hitam polos berkerah tegak, di Keris Gallery, Menteng, Jakpus, justru selewat Lebaran, karena ada diskon besar, tokonya sepi. Orang-orang masih mudik.

Slow fashion: saling tukar baju

Soal membeli busana anyar, saat ini ada gerakan kelas menengah untuk mengerem diri. Dua pekan lalu Kompas melaporkan, ada komunitas grup aplikasi Telegram bernama Bersalingsilang yang punya anggota lebih dari 7.000 orang.

Anggota grup itu punya keresahan yang sama tentang konsumsi pakaian yang berlebihan. Mereka acap berkopi darat untuk menukar barang bekas yang tak terpakai.

View this post on Instagram

A post shared by Rhino Yudha (@___onihr)

Menurut pendiri Bersalingsilang, Cynthia S. Lestari, sejak berdiri pada 2023 mereka sudah mengadakan lebih dari 20 kali acara di lima kota untuk bertukar baju bekas. Pakaian bekas yang saling ditukar oleh anggota grup itu jumlahnya sudah mencapai puluhan hingga ratusan ribu potong pakaian (¬ Kompas.id, 20 /3/2025).

Dua tahun lalu, dalam laporan slow fashion, Kompas menyebutkan, pada 2019 industri tekstil di Indonesia menghasilkan limbah 2,3 juta ton dan diperkirakan meningkat 68 persen menjadi 3,5 juta ton pada 2030. Perkiraan itu berasal dari asumsi 90 juta orang Indonesia potensial menjadi konsumen.

Kemudian, dari total 2,3 juta ton limbah tekstil yang dihasilkan, hanya sekitar 300.000 ton dapat didaur ulang dan selebihnya dibuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir (TPA) atau dibakar (Kompas.id, 16/4/2023).

Laporan tersebut mengutip Bappenas: tingkat konsumsi pakaian meningkat 60 persen dibandingkan dengan 15 tahun lalu. Dari 1998 hingga 2005, rata-rata masa manfaat pakaian telah berkurang sedikitnya 35 persen secara global. Di Indonesia, tiga dari sepuluh orang pernah membuang pakaian yang tidak diinginkan setelah memakainya hanya sekali.

Diet belanja busana: mereparasi yang rusak

Reparasi busana rusak si Studio Mulih - Kompas — Blogombal.com
Edward (kiri) menunjukkan robekan pada celana miliknya yang minta untuk diperbaiki di stan Studio Mulih yang berada di pameran Bumi Masa Depan Kita di mal Grand Indonesia pada Jumat (21/6/2024).

Dalam laporan dua pekan lalu, tentang diet belanja pakaian dalam payung gerakan Life With Less, yang mengampanyekan Slow Ramadhan, juga disebut Studio Mulih. Ini jasa reparasi busana yang didirikan Beverly Tandjung dan Suzzane Sarah Simanjuntak pada 2024, di Kedoya, Jakbar.

View this post on Instagram

A post shared by MULIH | Clothing Repair (@mulihstudio)

“Memperbaiki pakaian kadang lebih susah daripada membuat baju baru. Maka, biaya perbaikan kadang bisa menjadi lebih mahal dari harga beli baru. Akan tetapi, ada beberapa orang yang rela bayar karena mungkin ada nilai sentimental yang melekat pada bajunya,” kata Beverly.

Untuk memperbaiki baju sobek biasanya hanya dipungut Rp55.000. Namun Studio Mulih pernah mereparasi sweter yang ongkosnya sampai jutaan rupiah karena ada lubang di lebih dari 30 titik.

Laporan tersebut juga menceritakan Jagatera.id yang didirikan oleh Denny Pondiu pada 2014 untuk menyalurkan produk tekstil bekas. Perusahaan yang merupakan kelanjutan dari Outlet Dhuafa dan Bberes.id itu beroperasi di Depok, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Bisnis sosial untuk lingkungan Jagatera.id - Kompas — Blogombal.com
Denny Pondiu, pendiri Jagatera, di tempat pengumpulan dan penyortiran barang perusahaan itu di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Kamis (21/7/2022).

Pada 2024, Jagatera.id menerima 21,4 ton sampah tekstil. Karena Jagatera.id sebuah perusahaan, setiap barang tak terpakai yang disalurkan melalui mereka ada biaya penjemputan. Pada 18-19 Maret lalu, perusahaan telah menyalurkan 5.000 potong pakaian layak pakai kepada warga prasejahtera di sejumlah lokasi di Jatim.

Kelas menengah rasional: menyewa baju pesta

Konon pelopor aneka gerakan adalah kelas menengah, terutama dalam pola konsumsi yang bertaut dengan lingkungan. Ada yang mau membayar lebih untuk produk ramah lingkungan, dari sedotan berbahan singkong, atau dari jagung dan kertas; kantong belanja berbahan singkong, hingga tisu tanpa klorin dan produk pertanian organik apalagi atas nama fair trade.

Lalu ada yang mengerem konsumsi pakaian dan porsi makanan dalam prasmanan, dan yang baru adalah diet belanja pakaian baru. Termasuk belanja thrifting dan beli baju preloved? Boleh jadi.

Soal lain yang menarik, namun kesan saya hanya cocok untuk Jabodetabek — karena penduduknya banyak, hanya para pemakai yang dapat saling membatin dalam acara maupun media sosial — adalah sewa baju pesta yang diantar jemput via Paxel. Perempuan generasi milenial dan Z melakukannya. Mereka pede justru karena rasional, dirinya bukan seleb.

Seorang cewek pelanggan sewa baju, dari sebuah akun layanan sewa di Instagram, menyatakan kepada saya buat apa beli baju mahal cuma dipakai sekali, beberapa jam pula, hanya memenuhi lemari. Ongkos sewa mulai Rp75.000.

¬ Foto-foto dan kapsi: Kompas.id

2 Comments

devie Selasa 1 April 2025 ~ 07.41 Reply

tahun ini pertama kali ndak ada ritual belanja-belanji baju baru. si kecil bilang mau pakai baju pas pentasan bulan lalu, kakaknya lebih gak peduli, pakai apa aja yg disiapin Ibu-nya.

Lebaran lebih soal 950km perjalanan darat sepertinya sekarang.

balik ke angka, semua yang muncul dari data pabrik maupun data publik sama-sama mengerikan. tampak baik-baik saja diluar tapi nyatanya ndak baik-baik saja.

kuat-kuat kita semuanya.

Pemilik Blog Selasa 1 April 2025 ~ 07.46 Reply

Ya. Kita harus kuat 😇🙏💐

Tinggalkan Balasan