• Lama baca: < 1 menit →

Sedotan berbahan kertas dari Starbucks

Ternyata sudah ada sedotan berbahan kertas. Sudah lama, sejak awal tahun ini, kata anak saya, setelah menyerahkan es kopi traktiran, cold brew yuzu, kepada bapaknya.

Ya, saya ketinggalan banyak selama KDR/WFH PSBB, karena tak ke kedai kopi. Tapi ada yang lebih utama: saya memang kurang suka pakai penyedot, apalagi untuk minuman hangat. Untuk minuman dingin, misalnya es kopi, penyedot hanya saya pakai saat mengemudi, supaya es kopi tak tumpah.

Saya lebih suka menyeruput langsung, ada cecapan di ujung lidah, tidak tiba-tiba minuman menggapai tenggorokan. Tapi baiklah, itu kan soal selera.

Penyedot kertas ini, kata anak saya, berumur pendek, cuma tiga puluh menit. Baguslah. Daripada penyedot plastik, yang keawetannya bertahun-tahun sampai menusuk mulut dan hidung penyu di laut, bukan?

Ah, kalau saja semua penjual mau menyediakan penyedot berbahan kertas atau singkong.

Tapi itu biaya, kata orang. Nah, saya belum mencari tahu selisih biaya yang harus konsumen tanggung.

Pemilik BlogMemocold brew,es kopi,gaya hidup,lingkungan,mengudap,plastik,sampah,Sedotan,StarbucksTernyata sudah ada sedotan berbahan kertas. Sudah lama, sejak awal tahun ini, kata anak saya, setelah menyerahkan es kopi traktiran, cold brew yuzu, kepada bapaknya. Ya, saya ketinggalan banyak selama KDR/WFH PSBB, karena tak ke kedai kopi. Tapi ada yang lebih utama: saya memang kurang suka pakai penyedot, apalagi untuk...Suatu atau sebuah blog?