• Lama baca: < 1 menit →

Solusi pengganti tas keresek plastik adalah tas berbahan tepung singkong. Sebetulnya bukan tas keresek karena bahannya lemas dan lunak sehingga tak menimbulkan bunyi kemeresek. Tas singkong lebih mudah diurai alam. Inilah cara Starbucks setelah tempo hari, sebelum DKI resmi melarang tas keresek per 1 Juli 2020, menyediakan penyedot berbahan kertas.

Soal biaya? Bebankan saja kepada konsumen. Sama seperti penjual salad dan jus mengharuskan konsumen pesan antar membayar kantong kertas.

Kalau sanksi ditegakkan, rasanya tak lama lagi dalam kenormalan baru semua kedai menyediakan penyedot kertas maupun buluh sedot berbahan singkong seperti yang dimulai sejumlah kedai dua tahun lalu.

Disertai tisu kecokelatan hasil daur ulang tanpa pemutih juga? Masih terlalu mahal, apalagi bagi rumah tangga.

*) Bukan posting titipan maupun berbayar

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/07/wp-1594364880116-700x700.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/07/wp-1594364880116-150x150.jpgPemilik BlogMemogaya hidup,kelas menengah,klorin,lingkungan,pati kanji,sampah plastik,sedotan kertas,sedotan plastik,sedotan singkong,tapioka,tas keresek,tas plastik,tisu daur ulangSolusi pengganti tas keresek plastik adalah tas berbahan tepung singkong. Sebetulnya bukan tas keresek karena bahannya lemas dan lunak sehingga tak menimbulkan bunyi kemeresek. Tas singkong lebih mudah diurai alam. Inilah cara Starbucks setelah tempo hari, sebelum DKI resmi melarang tas keresek per 1 Juli 2020, menyediakan penyedot berbahan...Suatu atau sebuah blog?