• Lama baca: < 1 menit →

Sedotan kopi kangen berbahan jagung

Secara bertahap makin banyak penjual minuman yang memakai buluh penyedot dari jagung selain singkong dan kertas. Sedotan dari jagung sekeras plastik, beda dari sedotan berbahan kertas yang lebih lunak tapi hanya tahan 30 menit dalam cairan.

Sedotan kopi kangen berbahan jagung

Memang, sedotan berbahan tepung dibilang lebih ramah lingkungan, cuma butuh waktu satu tahun untuk terurai — menurut klaim produsen — tapi kalau sebelum setahun sudah sampai laut, dan masih utuh, tetap bisa melukai mahluk bahari.

Sedotan berbahan jagung dan kertas mudah didapat

Penjual sedotan ramah lingkungan makin banyak. Konsumen lebih mudah mendapatkan. Untuk layanan pesan antar minuman akan lebih sip jika penyedia platform memberi ikon apresiatif kepada mitra yang ramah lingkungan.

¬ Bukan posting berbayar maupun titipan

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/09/wp-1600152461496-700x700.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/09/wp-1600152461496-150x150.jpgPemilik BlogMemodaur ulang,gaya hidup,GoFood,Grab Food,kelas menengah,kopi,lingkungan,minuman,penyedot,Sedotan,tas keresek,tisuSecara bertahap makin banyak penjual minuman yang memakai buluh penyedot dari jagung selain singkong dan kertas. Sedotan dari jagung sekeras plastik, beda dari sedotan berbahan kertas yang lebih lunak tapi hanya tahan 30 menit dalam cairan. Memang, sedotan berbahan tepung dibilang lebih ramah lingkungan, cuma butuh waktu satu tahun untuk...Suatu atau sebuah blog?