↻ Lama baca < 1 menit ↬

Bahasa Indonesia dan Inggris dalam kemasan

Di teras rumah seorang warga pembuat makanan saya lihat sebuah kardus wadah kotak plastik makanan bertuliskan “Awas Fragile”. Gabungan bahasa Indonesia dan Inggris. Maka saya teringat seseorang yang pernah berpendapat, “Orang Indonesia ini nanggung, bahasa Inggris nggak fasih tapi suka keminggris.” Maka saya pun merasa tersindir.

Bahasa Inggris dia, begitu pun bahasa Indonesia dia, sangat bagus secara lisan dan tertulis. Adapun pertanyaan dia tadi pernah saya dengar dari seorang ilmuwan asing yang fasih berbahasa Indonesia: kenapa orang Indonesia senang menggunakan bahasa Inggris untuk hal yang sudah ada dalam bahasa Indonesia?

Saya pernah membahas soal itu di blog ini. Maka saya tak mengulanginya. Kita semua berbahasa campur aduk: bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahkan bahasa Indonesia. Bagi saya tak soal asalkan sesuai situasi dan kondisi.

Memang sulit berbahasa Indonesia secara tertib apalagi lisan. Presiden Jokowi kepada wartawati Malaysia setelah mengucapkan “produk” kemudian menyebutkan “prodak-prodak” yang jika ditranskripsikan menjadi “product-product” padahal bahasa Inggris tak mengenal kata ulang untuk menyatakan jamak.

Saya sendiri kadang juga menyisipkan kata asing begitu saja, padahal bahasa Inggris saya amat burook, bahkan cara saya berbahasa Indonesia pun kurang tertib. Untunglah saya masih dapat membedakan “kita” dan “kami” sehingga seingat saya jarang mengucapkan, “Dalam event di venue ini kita akan meng-create sesuatu….”

Komik komedi kelucuan bahasa Indonesia  Tito Sigilipoe

Sampai berapa generasi ya hal ini, berbahasa campuran, akan berlangsung? Kalau saya sih sudah sulit berubah. Sama seperti orang tua saya yang berbahaya Indonesia, Jawa, dan Belanda.

Nggak usah malu kalo bahasa Indonesia kita burook

Kuis bahasa Indonesia Kompas dan U-turn

Berbahasa satu bahasa fragile

Petunjuk berbahasa Indonesia, siapa yang baca?