• Lama baca: 2 menit →

Informasi tentang tas keresek berbahan singkong dari Ecoplast

Kagok juga saya ditanya seseorang yang lancar berbahasa Inggris, sama lancarnya dengan dia berbahasa Indonesia dan Jawa, secara tertulis maupun lisan. Dia tamat master dan doktor di negeri yang berbeda, salah satunya di negeri tak berbahasa Inggris. Dia juga bukan jenis orang yang mudah membanggakan sesuatu sebagai “karya anak bangsa”.

Informasi tentang tas keresek berbahan singkong dari Ecoplast

Pertanyaan dia seperti dalam judul. Dia ajukan untuk menanggapi gambar tas keresek lembut lunak berbahan singkong.

Informasi tentang tas keresek berbahan singkong dari Ecoplast

Bagi dia informasi macam itu bagus dan sebaiknya semakin banyak orang tahu lalu memakai tas ramah lingkungan.

Informasi tentang tas keresek berbahan singkong dari Ecoplast

Saya berkelit, ada tulisan berbahasa Indonesia dalam salah satu ikon, lagi pula jika produk menyasar kelas menengah, dan bukan info dari negara, tidak apa-apa jika berbahasa Inggris.

Belagu juga saya padahal bahasa Inggris saya teramat buruk — lebih payah daripada anak SMP zaman sekarang. Dia cuma berkomentar, via WhatsApp, “Oh, gitu ya?”

Informasi tentang tas keresek berbahan singkong dari Ecoplast

Saya juga berkilah bahwa itu adalah teks dari produsen tas singkong. Bukan dari penjual kopi yang memanfaatkan tas ramah lingkungan.

Dia hanya mengirimkan emotikon terbahak, disusul gugatan apabila dengan teks berbahasa Indonesia akan lebih banyak menjangkau khalayak, kenapa hal itu tak ditempuh?

Baginya, kelas menengah yang fasih berbahasa Inggris sudah lebih dahulu terpapar informasi dalam bahasa asing, kadang bukan hanya bahasa Inggris, dalam informasi lingkungan. Jadi kenapa harus menyasar mereka terus?

Informasi tentang tas keresek berbahan singkong dari Ecoplast

Saya tak mendebat. Karena saya tak punya argumentasi meyakinkan.

Saya hanya membayangkan hal sejenis, berupa informasi lingkungan dalam kemasan produk, dalam bahasa Cina, Korea, dan Jepang, juga Arab. Kenapa mereka bisa ya?

¬ Bukan posting berbayar maupun titipan

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1625630597143-700x700.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2021/07/wp-1625630597143-150x150.jpgPemilik BlogKomedi Indonesiaarabika,bahasa,bahasa indonesia,bahasa inggris,bahasa Jawa,belanja daring,belanja online,diet plastik,Ecoplast,hadiah,komunikasi,kopi,lingkungan,roaster,tas keresek,tas singkongKagok juga saya ditanya seseorang yang lancar berbahasa Inggris, sama lancarnya dengan dia berbahasa Indonesia dan Jawa, secara tertulis maupun lisan. Dia tamat master dan doktor di negeri yang berbeda, salah satunya di negeri tak berbahasa Inggris. Dia juga bukan jenis orang yang mudah membanggakan sesuatu sebagai 'karya anak...Suatu atau sebuah blog?