
Tak ada yang istimewa. Kita kerap melihat di toko dan kedai: seorang karyawan mengepel lantai, satu lainnya mengipasi lantai basah dengan menggunakan karton atau lembaran lain macam Impraboard agar lekas kering, sehingga pengunjung leluasa melangkah. Kadang dua tahap pekerjaan itu dilakukan oleh seorang.

Masalahnya apakah anak-anak kita peduli? Detail macam ini bisa diangkat ke komik dan film sebagai bagian dari latar cerita. Kini dengan akal imitasi, komik dan video bisa dipakai untuk memvisualkan hal itu. Tetapi prompts akan lengkap jika imajinasi di benak juga kaya.

Untuk pelajaran mengarang, hasil amatan terhadap sekitar juga membantu. Misalnya seorang pemilik warung pracangan mengupas kelapa untuk diperas di tempat.
Kalau di rumah, karena tidak diakses publik tak perlu mengipasi lantai basah saat mengepel. Kipas angin atau AC akan mempercepat penguapan.

Sedangkan di toko dan kedai tak mungkin karyawannya menghalangi pengudap dan pembelanja yang datang karena lantai sedang dipel. Yah, kadang benak saya memang begitu, suka memikirkan hal cemen karena bisanya cuma itu.


One Comment
Rada aneh kebiasaan kumpeni di sini. Sudah jam operasional masih bersih-bersih. Kenapa nggak pagi banget atau malam banget saat nggak ada pengunjung yak?