Kasus Gubernur Kaltim, dan istrinya, adalah kesalahan pemilih

Hasil pilkada langsung saja bisa memunculkan pemimpin macam itu, apalagi kalau oleh DPRD. Eh, kita masih feodal?

▒ Lama baca 2 menit

Soal kehidupan mewah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, dan gaya hidup bininya, Sarifah Suraidah, terus menjadi bulan-bulanan warganet. Lalu di masalahnya?

Pertama: dia bisa menang pilgub karena banyak yang memilih dia. Maka pikiran usil akan menyoal kok bisa warga memilih dia? Menurut dagelan dalam demokrasi, keterpilihan seorang pemimpin adalah cerminan pemilihnya.

Kedua: jika menyangkut mobil dinas Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e seharga Rp8,5 miliar, kesalahan ada pada DPRD mengapa menyetujui, hanya berpedoman pada ukuran silinder mobil, dan kebetulan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’us adalah kakaknya Rudy.

Komposisi DPRD Kaltim yang berisi 55 kursi terdiri atas Golkar (15), Gerindra (10), PDIP (9), PKB (6), PKS (4), Nasdem (3), Demokrat (2), dan PPP (2). Masa sih mereka, sebagai wakil rakyat, berapa pun kursinya, diam saja? Bahwa akhirnya Rudy harus mengembalikan uang pembelian mobil, halah itu karena persoalan jadi viral.

Dr. Rudy Mas'ud Kaltim

Soal pertama tadi, kenapa Rudy bisa terpilih, menunjukkan satu hal sekarang dan kemungkinan masa mendatang: pilkada langsung saja menghasilkan gubernur macam Rudy, apalagi jika nanti pilkada oleh DPRD dihidupkan lagi. Demokrasi memang bisa konyol.

View this post on Instagram

Soal penampilan Sarifah bagaimana, bukankah yang jadi gubernur itu suaminya, kenapa pula dia menjadi bagian dari paket ledekan warganet?

Apa boleh buat, mungkin tak adil, menjadi pasangan pejabat publik yang digaji oleh rakyat, padahal pendapatan dia dan suami atau istrinya dari bisnis dan harta keluarga bisa saja lebih besar daripada gaji dan tunjangan negara, berarti siap untuk disorot. Suka maupun tidak suka.

Michelle Obama kadang pakai busana eceran — Blogombal.com

Banyak cara mengemas citra diri namun paling bagus adalah empan papan, sesuai situasi, kondisi, dan toleransi. Lebih dari itu tentu keutuhan diri. Cara Michelle Obama berbusana sebagai first lady pernah mengenakan busana ritel yang dijual Target dan H&M, begitu pula gaya hidup Putri Kako Naishinnō dari Jepang, padahal bangsawan tulen, bisa menjadi rujukan pembanding.

Memang, ada unsur Michelle melakukan pencitraan merakyat, namun sebenarnya itu bagian kepribadiannya. Sedangkan Putri Kako, memang demikian adanya. Tentu ada yang berpendapat bahwa orang Indonesia itu masih feodal, menganggap pejabat dan keluarganya harus mentereng, tetapi masa tak dapat dikoreksi justru oleh pejabat?

Siapa pun yang menjadi pejabat publik paham pentingnya citra diri. Itu manusiawi. Wajar dalam adab pergaulan. Bahkan tak hanya untuk pejabat publik. Setiap orang ingin tergambarkan baik di mata orang lain seperti yang dia inginkan. Artinya dia punya kesadaran akan keberadaan dirinya di tengah masyarakat. Maka setiap pejabat memproyeksikan dirinya ke layar persepsi khalayak.

Akan tetapi cara Rudy membenarkan diri membeli mobil mahal melebihi kewajaran, atas nama muruah daerah, menunjukkan alam pikir dirinya. Gengsi lebih wigati ketimbang pelayanan kepada masyarakat.

Kalau jalanan di sana buruk, perbaikilah jalannya. Untuk kondisi lapangan off-road belajarlah dari fleet mobil pertambangan dan Camel Rally ketika masih ada.

Membeli mobil urban untuk kondisi lapangan ekstrem jelas tak rasional. Car enthusiasts berduit pun takkan melakukannya karena mereka bertakzim terhadap mobil eksotis, bukan semata kendaraan melainkan karya seni.

Rudy mestinya berkaca, Presiden Bowo selain berhak atas mobil kepresidenan yang sesuai kelas jabatannya, hasil pembelian oleh negara untuk pendahulunya, antara lain untuk tamu negara, juga menggunakan mobil buatan Pindad.

Kalau soal penampilan Sarifah sebagai istri kepala daerah, sehingga diledek bergaya noni Belanda bahkan Ratu Wilhelmina dari era Hindia Belanda, yah gitu deh. Tetapi apakah publik memilah posisi dirinya sebagai Nyonya Gubernur dan anggota DPR, Anda saja yang menjawab.

8 Comments

Zam Kamis 5 Maret 2026 ~ 14.33 Reply

istilah cerminan pemimpin cerminan warganya tidak sepenuhnya benar. karena banyak pemilih yang cuma diplekotho dan dimanfaatkan saja. tentu dengan cara curang.. 🫣

sistem demokrasinya sih bagus. tapi eksekusinya yang… 🫣

Pemilik Blog Minggu 8 Maret 2026 ~ 09.07 Reply

Nah soal plekptho itu 🤣

Junianto Selasa 3 Maret 2026 ~ 16.06 Reply

Jadi ingat penampilan sederhana keluarga dari Solo itu ketika bapaknya berkuasa. Pakaian, tas, dll, katanya berharga murah. Setelah bapaknya tak berkuasa, jadi kelihatan kalau mereka sebenarnyw sederhana pakai tanda kutip, alias penyuka dan pemakai barang-barang mewah juga.

Pemilik Blog Selasa 3 Maret 2026 ~ 18.29 Reply

Ehm.
Tapi para Ibu sejak dulu memperhatikan merek tas si lady 🤭

Warm Selasa 3 Maret 2026 ~ 14.42 Reply

Tumben ini berat bener bahasannya.

Pemilik Blog Selasa 3 Maret 2026 ~ 18.19 Reply

🙏 Yah, blog wagu ini memang zigzag 🤭🫣

warm Rabu 4 Maret 2026 ~ 08.42 Reply

provinsi tetangga kui emang ada-ada aja, apa emang kelakuan penguasa gitu ya (saya ga rela nyebut pemimpin hehe). di tempat saya penguasanya naro anaknya jd komisaris bank daerah, sempet rame Pemprov naro duit utk diambil bunga depositonya. warbyasa memang kelakuan

Pemilik Blog Rabu 4 Maret 2026 ~ 10.54 Reply

Betul. Itu penguasa. Dan kekuasaan itu rentan disalahgunakan. Inti korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan, adapun nilep duit adalah salah satu bentuknya.

Tinggalkan Balasan