—
“Video itu sebenarnya untuk internal, tetapi saya tidak mempermasalahkan hal itu. Jadi saya hadapi bersama, setelah viral di media sosial.”
¬ Jumarti, Kepala SD Negeri 5, Dukuh, Sidomukti, Salatiga, Jateng (Espos, Senin 2/3/2026)
Setiap hari ada saja kabar menyedihkan sampai menjengkelkan tentang proyek MBG. Kasus terbaru, tentang amarah Bu Kepsek Jumarti adalah sebuah tamparan keras bagi BGN dan pemerintah.
Sebagian amarahnya dalam video terlontar dalam bahasa Jawa, dan semoga Anda yang tidak paham bahasa Jawa dapat menangkap maksudnya.
“[…] sekrup. Rasakan nèk anaké Njenengan dikèk’i makan ènèk sekrupé, mati ora?” tanya Bu Kepsek kepada orang SPPG.
Terjemahannya: “[…] sekrup. Rasakan jika anak Anda dikasih makan ada sekrupnya, mati nggak?”

Bu Kepsek juga menyoal mutu dan harga makanan, dapur MBG kemaruk mengambil keuntungan; orang tamatan sekolah gizi di dapur tutup mata. Kata Bu Kepsek kepada tim dapur, “Jeruk busuk, saya tidak beli, walaupun semiskin-miskinnya orang sini. Jeruk busuk, Ibu mau ndak tadi? Enak, ndak?”
Saya beroleh kesan BGN dan SPPG tenang saja karena merasa dilindungi pemerintah. Maksud saya pemerintah merasa di jalan yang benar, adapun ketidakberesan MBG dalam pelbagai bentuk hanyalah ekses, cuma retakan rambut dalam layar LED ponsel, artinya retakan amat halus, tak mengganggu.
Mungkin ada yang berpendapat, orang dapur MBG juga merupakan korban. Kalau alasan pembenar macam itu diterima, lalu para penerima adalah korban level apa? Huh, ketika dapat duit, apalagi insentif, pengusaha dapur merasa bekerja demi negara, tetapi ketika muncul masalah merasa jadi korban proyek negara.
Saya merasa pemerintah sekarang bebal, tak punya rasa bersalah maupun malu. Tak hanya dalam perkara MBG. Dalam bencana alam karena kecerobohan misalnya, pemerintah merasa di jalan yang benar. Demikian pula dalam Koperasi Desa Merah Putih. Begitu pun dalam perjanjian dengan Amerika.
Saya prihatin. Negara kok dikelola semaunya.


6 Comments
Cukup satu periode dah… Ini mau beli apa-apa jadi mahal gegara Makanan Buatan Giant :((
Mungkin itu sebabnya supermarket Giant tamat karena ada yang gak suka namanya disaingi
dah kehabisan kata ngomentari MBG
Tapi dapur gak kehabisan dana, saban hari ada duit masuk
negara tanpa perencanaan yg jelas ya mau berharap apa jg jd bingung sendiri 😮💨
Kita saja yang bingung. Orang di pemerintahan tidak bingung. Namanya juga negara autopilot.