Garansi dengan persoalan lama: Mengapa kita malas mengurusnya?

Garansi itu hak konsumen. Kalau murah kita malas memperjuangkan hak. Mungkin lebih gede ongkosnya.

▒ Lama baca < 1 menit

Gunakanlah hak Anda sebagai konsumen: mengurus garansi — Blogombal.com

Tadi siang saya mampir ke toko elektronik Dimar, agak jauh dari rumah, untuk membeli bohlam LED Philips. Pada permukaan rak kaca ada kode QR. Lalu saya pindai dengan ponsel. Hasilnya adalah laman produsen tentang pendaftaran garansi.

Saat saya memotret kode QR, pramuniaga menuliskan tanggal pembelian pada leher bohlam. Setiba di rumah saya segera mengganti plênthong, sebutan wong Yoja lawas untuk bohlam.

Setelah barang lama saya lepaskan, masih tampak tanggal pembelian: 22.01.2021. Berarti plênthong itu bertahan lima tahun. Adapun lampu yang saya beli hari ini bertanda 09.2.2026.

Gunakanlah hak Anda sebagai konsumen: mengurus garansi — Blogombal.com

Apakah saya mengisi formulir daring Philips tadi? Tidak. Karena malas. Apakah saya pernah mengurus garansi coretan spidol ke toko? Juga tidak. Karena seingat saya belum pernah mengalami bohlam putus sebelum sekian ribu jam nyala seperti dijanjikan produsen.

Sekarang coba Anda ingat, kapankah terakhir kali Anda mendaftarkan garansi untuk barang murah, secara daring maupun mengirimkan via pos? Untuk mengirim pos saya enggan, harus ke kantor pos.

Gunakanlah hak Anda sebagai konsumen: mengurus garansi — Blogombal.com

Untuk mendaftarkan secara daring saya malas karena juga malas cara mengurus klaim, misalnya saja SD card yang baru dipakai sebentar lalu tak tak terbaca, atau atau tak dapat saya format — namun dalam kasus saya dalam tulisan terdahulu tak ada masalah.

Beberapa kali saya menulis soal garansi. Mendapatkan garansi itu hak konsumen. Namun kita, eh saya, memilah mana yang layak untuk kita urus. Kalau untuk kulkas, mesin cuci, TV, AC, dan microwave oven, juga laptop dan ponsel, masih layaklah. Tetapi untuk lampu senter, selang dan regulator gas, dan raket nyamuk tidak usah. Padahal biaya garansi, dalam pengandaian saya, juga disubsidi oleh konsumen saat membeli.

Gunakanlah hak Anda sebagai konsumen: mengurus garansi — Blogombal.com

Akan tetapi itulah nikmatnya punya hak. Boleh kita gunakan dan tidak. Soal pilihan. Saya ingat di lantai dasar kantor saya terakhir ada layanan garansi produsen elektronik bermerek lokal. Saya beberapa kali melihat orang membawa disepenser sakit. Mereka mengurus haknya.

Dalam soal garansi, Zam di Jerman pada 20 Juli 2020 mengomentari tulisan saya,

kalo di Berlin, garansi berlaku selama ada bukti pembelian, untuk produk elektronik biasanya berlaku 2 tahun. hampir seluruh barang yang dibeli bisa dikembalikan ke toko. tinggal datang, tunjukkan struk dan produk masih ada (termasuk kemasan), uang bisa kembali utuh. baju juga begitu, selama tag belum dicopot, bisa dikembalikan (kecuali pakaian dalam dan kaus kaki). kalo mau garansi lebih, biasanya pedagang menawarkan asuransi.

Tinggalkan Balasan