Infografik makam para raja di Imogiri dan soal ketimpangan media

Memprihatinkan jika kemampuan visual media berita tak merata. Masa sih cuma itu-itu saja yang sip?

▒ Lama baca < 1 menit

Infografik makam raja Mataram di Imogiri - Kompas — Blogombal.com

Dini hari tadi karena mendusin lalu kancilan, saya membaca e-paper. Saya lihat dalam edisi hari ini (Rabu, 6/1/2025) Kompas memuat infografik makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, DIY. Dalam infografik ada peta yang menunjukkan titik Yogyakarta dan Surakarta.

Lebih dari itu dalam infografik juga ada rute jenazah Paku Buwono XIII dari Keraton Surakarta Hadiningrat ke Loji Gandrung sebelum kemudian mobil jenazah membawa almarhum ke Imogiri yang akan berlangsung hari ini.

Infografik makam raja Mataram di Imogiri - Kompas — Blogombal.com

Untuk mencapai lokasi pemakaman di Imogiri, dari kaki bukit prosesi harus menaiki 409 anak tangga. Prosesi di sini dalam arti yang benar: iring-iringan atau perarakan, bukan dalam arti salah kaprah, asalkan ritual disebut prosesi.

Saya tadi mencoba mencari infografik sejenis dari beberapa media terbitan Jateng dan DIY. Saya tak mendapatkan. Mungkin saya kurang cermat dalam mencari. Tadi saya berniat melongok e-paper Solo Pos, namun ternyata belum terbit.

Infografik makam raja Mataram di Imogiri - Kompas — Blogombal.com

Saya sangat berharap akibat kurang cermat maka saya tak beroleh hasil berupa infografik untuk saya bandingkan. Jika Anda bertanya sulitkah membuat infografik secara manual, jawabannya bisa gampang bisa sulit. Tergantung tingkat kerumitan visual.

Idealnya infografik dikerjakan oleh sebuah tim, setidaknya oleh pemasok informasi dan visualiser. Di bagian visual ini bisa saja dipecah lagi, ada desainer, ilustrator, dan fotografer.

Kalau kita lihat sekarang, banyak media tak kerap menyajikan infografik dalam arti memuat perbandingan (termasuk peta), proses waktu (termasuk kronologi), dan info lain secara visual, yang bukan cuma berupa poster biasa dengan gambar dan teks. Tentu pengemasan infografik media cetak dan media daring itu berbeda, masing-masing membutuhkan penyiasatan.

Infografik makam raja Mataram di Imogiri - Kompas — Blogombal.com

Melihat kasus Imogiri dan mangkatnya Susuhunan Surakarta, saya khawatir infografik menjadi kemewahan. Artinya tak semua media berita sanggup. Untuk kasus ini adalah media di Jateng dan DIY. Semoga media lokal punya foto bagus dan kuat.

Bagaimana untuk peristiwa yang lebih menasional? Anda yang menilai media berita apa saja yang sanggup menyajikan infografik. Hal serupa berlaku untuk foto jurnalistik, karena bisa saja foto di media sosial, bukan oleh jurnalis foto, lebih bagus.

¬ Hak cipta infografik: Kompas

Tinggalkan Balasan