
Sore kemarin saya melumasi engsel pintu pagar setelah sehari sebelumnya mencoba memasukkan gemuk agar urusan buka tutup tidak seret. Saat itulah saya memperhatikan pengaman engsel yang terpasang atas inisiatif tukang, 19 tahun silam.
“Supaya maling nggak bisa ngangkat pintu,” kata kepala tukang saat itu. Dia juga memasang gembok dan siku penjepit pada kedua ujung penutup parit untuk saluran buang air dari carport — bukan penutup got depan rumah. Alasannya, agar maling tak dapat mengambil penutup parit. Kalau penutup hilang, mobil akan kerepotan masuk maupun keluar.

Pekan lalu grup RT di WhatsApp mengabarkan terali besi tutup saluran drainase di tengah gang diambil orang. Memang tutup drainase tak ditambahi pengaman ekstra supaya urusan buka tutup mudah.
Jadi apa masalahnya? Yang lazim kita lakukan adalah pengamanan optimum, bukan maksimum. Sekadar memperlama eksekusi oleh penjahat. Kita berpengandaian kalau praktiknya bakal lebih lama, penjahat akan mengurungkan niat. Tetapi dalam praktik hal itu bisa tak berlaku.

Namanya juga niat bulat yang tak digoreng dadakan, selalu ada kesesuaian cara dan peluang bagi penjahat. Di sisi lain, kalau ada orang mencuri tutup got supaya bisa ditangkap untuk makan, berarti ada yang tak beres dalam masyarakat kita.

2 Comments
Kudu makin waspada. Orang sekarang makin nekat, Bang Paman 😩
Rasa saya, bukan menengok statistik (misalnya ada) kejahatan sekarang lebih banyak daripada dulu, waktu saya bocah. Dulu sejauh saya dengar tak ada orang membegal sepeda bocah.