Adanya srintil gunung, bukan semprul gunung, lalu ke mana srintil pesisir?

Meskipun bernama Sri, Anda belum tentu dijuluki Srintil, padahal Anda sering semrinthil.

▒ Lama baca < 1 menit

Tembakau srintil gunung Djarum Safari — Blogombal.com

Waktu saya bocah, saya sekilas mendengar para simbah menyebut tembakau srintil. Saya tak tertarik mencari tahu, namun memori yang melekati benak seperti efek tipis disleksia: semprul¹. Setelah dewasa, kuliah, saya nimbrung pembicaraan para sepuh, “Kalo mbako semprul itu bagaimana?” Ada seorang kakek yang sampai terbatuk-batuk saat tertawa.

Ingatan tentang srintil itu muncul lagi saat saya mendapati istilah srintil gunung dalam bungkus sigaret. Kenapa srintil gunung, lalu srintil pantai ke mana? Terkabarkan harga tembakau srintil Temanggung, Jateng, itu lebih mahal dari tembakau lainnya.

Saya takkan membahas sigaret lebih lanjut, melainkan kata srintil saja. Entah sekarang bagaimana, kalau dulu ada julukan Srintil untuk perempuan bernama Sri — tetapi tidak untuk semua dan setiap perempuan bernama Sri. Sebutan Srintil terkesan peyoratif. Orang yang dijuluki biasanya tak nyaman dengan nama paksaan pihak lain itu. Yang pasti, julukan Srintil tak pernah dialamatkan kepada pria bernama depan Sri.

Tembakau srintil gunung Djarum Safari — Blogombal.com

Arti srintil, yang dilafalkan secara retrofleks sehingga terdengar srinthil, seperti halnya kenthir, hingga kini kurang jelas bagi kebanyakan orang Jawa. Maksud saya, banyak orang mudah mengucapkannya namun tak paham artinya. Kalau merujuk Bausastra W.J.S. Poerwadarminta, srinthil bisa berarti jelaga pada pipa candu, dan bisa juga tikus.

Adapun kata turunan berupa sumrinthil, yang kerap diucapkan semrinthil, hampir semua orang Jawa tahu. Artinya: selalu bergegas ingin ikut ketika melihat orang lain bersiap pergi. Dalam penjelasan Bausastra: gêlêm mèlu lan sapanunggalané, kanthi agahan (rikat). Anda termasuk srinthil yang semrinthil?

¹) Menurut Bausastra, semprul berarti “têmbako sing ala dhéwé”, tembakau paling buruk

Tinggalkan Balasan