
Pekan ini ada dua berita tentang orang muda — kalau disebut anak muda, yang namanya anak pasti muda; memang sih ada sebutan bocah tua, termasuk yang nakal (botuna). Pertama: koruptor termuda dari kalangan politisi, yakni Nur Afifah Balqis. Saat ditangkap pada 2022, usia bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan, Kaltim, itu 24 tahun (¬ Kompas.com, 14/7/2025). Semoga keluarganya bangga.
Kedua: Sahdan Arya Maulana (20), Ketua RT 007/RW 008 di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakut, memimpin sekitar 150 keluarga dengan total 750 jiwa (¬ Kompas.id, 17/7/2025).
Bagi saya, berita kedua lebih menarik dan penting. Menjadi ketua RT itu tak semua orang bersedia. Memang, untuk Jakarta ada honariumnya, Rp2 juta per bulan. Sedangkan di Kobek, Jabar, Rp416.000 per bulan (¬ CNBC Indonesia, 25/1/2025).
Jadi ketua RT itu bikin capek — yang baku sih capai, kata KBBI. Makan hati dan ampela. Aduan warga bisa tak kenal waktu. Jarang orang muda yang mau kecuali terpaksa, misalnya di sebuah perumahan baru yang isinya keluarga baru semua, usianya di bawah 35. Tetapi orang dalam usia produktif di usia 20 bersedia, dan mencalonkan diri, menjadi ketua RT itu jarang.
Selamat bekerja, Nak. Jangan hanya makan hati dan jeroan lain, ingatlah buah dan sayur. Semoga tetap tawakal dan amanah.
¬ Gambar kliping yang lebih besar di sini

4 Comments
Wah honor ketua RT di Kobek lebih besar daripada di tempat saya, 350 ribu. Kalau RW 450 ribu, Bang Paman..
Dikit itu ya. Tapi warga kadang gak mau tau, ngedumel udah dibayar masih gabut aja 😅
Saya memgingat-ingat, umur segitu saya sedang apa ya? Tampaknya baru memulai blusukan di hutan-hutan gunung seputaran Bandung. Tidak pernah terbayang untuk jadi ketua RT, jadi ketua himpunan saja belum saat itu.
Panggilan hati setiap orang beda-beda. Umur segitu saya masih jadi cah embuh 🫣