Mainan untuk bocah tua tanpa nakal

Mainan membuat pria tua berbahagia. Kalau anak iri bagaimana?

▒ Lama baca < 1 menit

Mainan bocah dari McDonald's — Blogombal.com

Sudah sejak Lebaran lalu golek plastik dari McDonald’s ini ada di rumah saya. Barang yang saya sangka bisa berjalan dengan dengan beringsut ini milik tamu kecil yang tertinggal. Tadi saya membatin adakah orang dewasa yang menyimpan mainan macam ini?

Saya sih tak tertarik. Memang saya pernah menggantungkan action figure Spider-Man di komputer saya di kantor. Itu adalah barang jatuh yang saya pungut di mal. Di kantor saya juga pernah menggantungkan layangan yang saya dapati nyungsep di AC luar.

Akan tetapi saya tahu boys will be boys, pria hanyalah bocah tua yang tumbuh bulu dan badannya. Cewek menyimpan Barbie hingga dewasa, cowok menyimpan action figure — jangan dibilang boneka, itu tak macho.

Action figure untuk para bapak - Kompas — Blogombal.com

Big boys and big toys. Bentuknya adalah Rubicon, setidaknya BAIC BJ40 Plus atau Chery J6 yang lebih murah, serta Harley-Davidson. Yang versi kecil, tanpa sebutan small toys adalah Matchbox, Burago, Hotwheels dan sebangsanya. Teman saya, lajang, habis duit banyak untuk itu di e-Bay.

Mainan gimmick ayam goreng dan burger — Blogombal.com

Kompas dua pekan lalu melaporkan kegemaran para-para bapak muda: “Homo Ludens, Itulah Aku!” . Ada yang habis jutaan rupiah untuk golek johan mandraguna itu.

Action figure untuk para bapak - Kompas — Blogombal.com

Dua puluh tahun silam teman saya ada yang tanpa setahu istri menyimpan sepeda impor rakitan di kantor. Ada pula yang punya audio lengkap dengan turntable di ruang kerjanya. Orang yang lain punya Ibanez Steve Vai Signature padahal jarang dimainkan. Entahlah apakah ada yang punya harp gitar mirip milik Iwan Hasan.

Lalu yang lain, di kantor lain, punya shot guns pendek dan panjang, serta mobil-mobilan off-road dan helikopter dengan radio control. Semuanya tanpa setahu istri. Tetapi sebagian besar pelaku masih lajang.

Kebetulan ruang kantor ada yang tak membahayakan untuk latihan menembak, dan pelataran belakang belum diperkeras, bisa untuk mobil-mobilan cangkul kutu lumpur.

Kantor buka 24 jam. Pakaian bebas. Maka ada seorang istri berkomentar, “Pantesan cowok pada kerasan di kantor.”

Adapun istri lain, di perusahaan berbeda, yang tahu hobi suami yang bukan di perusahaan tadi, bilang, “Biarin aja daripada duit buat nakal-nakalan yang nggak bener, mana bawa pulang penyakit pula.”

5 Comments

Ndik Rabu 16 Juli 2025 ~ 20.05 Reply

Saya Masih beli dolanan, sampe Saya kerja Dan kapok, Dari yg diecast, tamiya yg Seri aneh yg Dulu cuma ada dilist gambar dibungkusnya, hingga yg mokit2 jip Dan truk militer. online shop memudahkan itu semua Sampai suatu saat Saya dimana Dan kudu pindahan secara remote, alhasil dolanan itu beralih terpaksa ke tangan keponakan2 ketemu gede alias anak2 tetangga yg bantuin.

Klangenan Kamera2 analog tua Pentax yg dulu awalnya no dent Dan lensa2 manual tua merek2 aneh yg menjamur ditinggal merantau Dan berakhir Ra cetha kemana rimbanya.

Sekarang blas nggak punya mainan Dan klangenan. Berharap ujug2 ujug2 ada yg ngasih duit mak bruk Sak milyar, nanti beli range Rover classic yg 2 pintu. Kalo kudu rodo rekoso Dulu yg Sekarang sementara sudah cukup, mending nggo tuku perkarangan di tengah kota buka kedai kopi kecil yg Ra payu, sebelahnya berbaur dengan meja kursi kedai ada meja gambar ethok2e studio gambar merangkap markas makelaran Segala rupa 😂

Pemilik Blog Rabu 16 Juli 2025 ~ 21.56 Reply

Lha, betul itu.
Dulu ketika ekonomi banyak orang bisa dianggap baik-baik saja, klangenan itu wajar.

Kini kaum muda yang ekonominya masih aman, lebih rasional. Duit ditabung buat traveling, buat membeli pengalaman.

Junianto Rabu 16 Juli 2025 ~ 08.18 Reply

Mainan saya (satu) trail tua.

Eh termasuk mainan atau bukan sih, itu?

Pemilik Blog Rabu 16 Juli 2025 ~ 13.08 Reply

Mainan. Klangenan.
Kalo Nmax bukan, itu kebutuhan.

Junianto Rabu 16 Juli 2025 ~ 13.27 Reply

Saya pengin beli trail lagi. Kata istri, “Boleh beli lagi motor apa saja asal bukan trail! Beli Nmax saja.”

Saya : rasah wae.

Tinggalkan Balasan