Sambal sasetan, dibuang atau disimpan?

Terlalu sering kita membuang makanan karena gratis dan tak butuh.

▒ Lama baca < 1 menit

Sambal saset Del Monte gratis — Blogombal.com

Seperti biasanya para-para ibu, istri saya kemarin juga membawa oleh-oleh kirmah, kali ini dibekali oleh nyonya rumah arisan. Kirmah itu istilah orang Sala, Jateng, untuk mikir omah. Ingat orang di rumah. Salah satu penganan disertai sambal saset.

Untuk sambal pabrik, sejak dulu saya suka Del Monte tetapi yang manis, sweet chilli sauce. Meskipun demikian saya tak memanfaatkan sambal itu. Istri bilang, “Dibuang aja.” Namun saya meletakkannya di meja dapur. Saya merasa sayang membuangnya. Dibilang cethil atau kikir ya biar. Terlalu sering kita membuang makanan yang masih utuh.

Sambal saset Del Monte gratis — Blogombal.com

Adapun untuk sambal bubuk dari mi instan, saya membuangnya. Tak ada yang butuh. Bubuk bumbu nya pun hanya saya gunakan sepertiga untuk mengurangi asupan natrium, juga MSG yang bikin tenggorokan panas dan gatal. Kalau untuk gula saset di kedai kopi, apakah saya pernah meniru J.K. Rowling, ibunya Harry Potter, zaman dia miskin, membawanya pulang? Tidak. Bahkan gula saset saya kembalikan kepada pramusaji.

Lalu bagaimana nasib sambal saset yang saya selamatkan? Inilah masalahnya: saya tak pernah memantau. Dia lenyap dari meja dapur karena termanfaatkan ataukah dibuang, saya tak tahu. Saya kurang paham urusan dapur. Letak panci dan sendok tertentu saja tak hafal. Tetapi misalnya jadi sampah, saya sudah menundanya.

Dua jenis sambal dari MI Sedaap Laksa — Blogombal.com

4 Comments

Ndik Senin 14 Juli 2025 ~ 19.25 Reply

Kayaknya Ini masalah jamak yg butuh ketegaan, sambal biasanya memang tersisa.

Ada pengecualian sedikit, saya Lebih suka saos tomat, Jadi jika berkesempatan untuk memilih, saos tomat itu yg Jadi pilihan, Lebih tidak berpotensi tersisa Dan mubazir.

Pemilik Blog Senin 14 Juli 2025 ~ 21.23 Reply

Saya juga lebih suka saus tomat, makanya lebih doyan sambal manis Del Monte

@sandalian Senin 14 Juli 2025 ~ 09.40 Reply

Saya biasa menyimpan sambal sachet ke dalam satu laci tertentu hingga akhirnya beberapa belas bulan kemudian menemukan semuanya sudah kedaluwarsa.

Akhirnya dibuang juga setelah tertunda sekian belas –atau malah sekian puluh– bulan.

Pemilik Blog Senin 14 Juli 2025 ~ 21.25 Reply

Wah lha ini hahaha

Tinggalkan Balasan