↻ Lama baca < 1 menit ↬

https://blogombal.com/2018/11/10/kantong-paket-untuk-handuk-kotor/

Yang saya maksudkan bakul itu penjual, bukan wadah dari anyaman bambu. Apanya yang saya tiru? Cara menyimpan stok tas keresek. Hmmm… apa boleh buat, saya memang punya stok tas keresek baru, untuk berjaga-jaga seandainya stok tas bekas pakai habis, begitu pula kantong sampah kecil yang agak ramah lingkungan.

Apa yang saya praktikkan sekarang bukan hal baru. Semua orang melakukannya, terutama penjual makanan. Ada sih menggantungkan tas keresek baru di dinding seperti yang saya lihat di warteg.

Dahulu saya kesal jika asisten asal main robek bungkus tas keresek lalu sebagian isinya keluar padahal yang diperlukan cuma selembar. Lalu saya menggunting pinggiran kantong, supaya lebih rapi. Tetapi dalam praktik saya, tas yang licin bisa tercabut lebih dari selembar. Kalau kantong jatuh, isinya bisa tumpah.

Akhirnya kemarin saya meniru penjual makanan. Kantong saya robek di bagian tengah. Lalu cara mengambil tas kereseknya dengan mencubit selembar. Sederhana. Tas keresek sisanya tetap manis mendekam dalam kantong.

Halah, cuma gitu aja kok dibahas di blog, kata Anda. Namun bagi saya hal ini mengesankan. Kadang saya gagal menerapkan solusi dengan cara sederhana. Dalam kasus tas keresek, cara bakul tetap paling efektif. Tentu sudah teruji karena bakul makanan sampai sayuran setiap hari bergaul dengan tas keresek. Mereka tahu cara mana paling sip.

Dalam sejumlah hal, tak ada kata telat untuk belajar.

Plastik bekas kantong kresek

Kantong paket untuk handuk kotor

Tas keresek tiga warna

Ilmu ludah untuk buka kantong plastik

Siapa sih yang baca info kecil dalam plastik bungkus?