↻ Lama baca < 1 menit ↬

Kapolri Listyo Sigit dan labirin tewasnya Brigadir J

“Kayaknya arah makin jelas ya, Bung?”

“Uh, sok tau! Makin jelas gimana? Polisi aja nggak bilang gitu.”

“Tapi kalo ngikutin berita kok kayak satu demi satu pintu di lorong panjang dengan banyak tikungan mulai terbuka…”

“Masa?”

“Eh, kok jadi rumit sih?”

“Nggak semua kasus tewasnya seseorang itu simpel buat diungkap. Dalam kasus lain, misalnya seseorang ditemukan tewas, lalu ada orang lain mengaku tanpa ditanya sebagai pembunuh pun polisi nggak langsung percaya, nggak langsung bungkus mumpung ada yang ngaku.”

“Jadi inti masalahnya apa dong?”

“Brigadir J tewas dalam tembak menembak dengan polisi lain tapi sejumlah hal belum jelas, dan peristiwanya terjadi di rumah dinas seorang petinggi Polri. Brigadir J tewas itu fakta, tapi bagaimana bisa tewas itu yang perlu diselidiki.”

“Bagusnya Pak Kapolri segera handling masalah ya. Dia juga yang menunjuk tim khusus pemeriksa.”

“Wajar. Pemimpin ya sudah sepantasnya begitu. Apalagi ini menyangkut citra korps dan kepercayaan publik. Mana opini orang sudah meriah gini… ”

“Maunya Pak Kapolri sekaligus buat bikin melempem bermacam desas-desus, ibarat mercon semua spekulasi jadi mejan karena tuntasnya pengungkapan?”

¬ Gambar praolah: Tribrata News Polri

Foto jenazah Brigadir J di Kumparan

Menunggu kejelasan kematian Brigadir J