• Lama baca: 2 menit →

Tas keresek HDPE yang Oxium yang dibilang degradable ramah lingkungan

Saya yakin saya tak sendiri. Namanya juga diet plastik, yang bisa dilakukan ya sebatas mengurangi. Kalau diet tinggi protein malah harus banyak asupan protein.

Setelah toko tak memberikan tas keresek, lalu stok keresek di rumah habis, repotlah kita dalam menyampah. Tak ada lagi keresek sisa pakai.

Tas keresek HDPE yang Oxium yang dibilang degradable ramah lingkungan

Maka solusinya adalah membeli tas plastik keresek yang oleh produsen didaku degradable — bukan yang biodegradable berbahan singkong karena mahal. Saat ini biarlah itu me menjadi jatah penjual makanan dan minuman termasuk tas singkong Starbucks.

Tas keresek HDPE yang Oxium yang dibilang degradable ramah lingkungan

Tas yang diklaim lebih ramah lingkungan itu sekantong Rp10.000, saya lupa berapa isinya, saya beli di Pasar Kecapi saat bersepeda. Memang tipis tidak terlalu kuat, hanya untuk sampah ringan.

Untuk sampah basah dan yang keras atau lebih berat ya langsung ke kantong khusus dalam kotak sampah.

Kantong sampah cap Bagus yang katanya ramah lingkungan

Ketika aneka jenis tas plastik gratis, selama puluhan tahun, kita menganggap memang harus begitu, tak perlu keluar biaya untuk menyampah — pun tak usah peduli biaya lingkungan akibat sampah.

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2021/04/wp-1619275707726-700x700.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2021/04/wp-1619275707726-150x150.jpgPemilik BlogMemobiodegradable,degradable,diet plastik,kantong plastik,lingkungan,sampah,tas keresek,tas plastik,tas singkongSaya yakin saya tak sendiri. Namanya juga diet plastik, yang bisa dilakukan ya sebatas mengurangi. Kalau diet tinggi protein malah harus banyak asupan protein. Setelah toko tak memberikan tas keresek, lalu stok keresek di rumah habis, repotlah kita dalam menyampah. Tak ada lagi keresek sisa pakai. Maka solusinya adalah membeli tas...Suatu atau sebuah blog?