• Lama baca: < 1 menit →

tanpa bunyi keresek berbahan singkong

Lagi, tas tanpa bunyi keresek berbahan singkong. Dia menamakan diri telo bag — sebagai jenama menjadi TeloBag. Telo dari kata téla dalam bahasa Jawa berarti ketela pohon atau singkong. Kadang kata itu diucapkan sebagai pengganti umpatan seperti seperti halnya “kéré!“.

tanpa bunyi keresek berbahan singkong

Lalu apa menariknya? Dari sisi desain. Bagaimana produsen tas, atau penjual barang, menambahkan dekorasi untuk menjelaskan tasnya sekalian berkampanye.

Oh, begitu menuliskan kata “kampanye” saya langsung teringat pilkada serentak pada 9 Desember nanti.

tanpa bunyi keresek berbahan singkong

Ada nggak ya kandidat yang mengangkat isu lingkungan dengan membagikan tas singkong?

Jangan-jangan mereka enggan karena takut diteriaki “Dasar telo! Janji telo!”

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/07/wp-1595754028762-700x700.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/07/wp-1595754028762-150x150.jpgPemilik BlogMemocabup,cagub,cawali,desain grafis,diet plastik,gaya hidup,lingkungan,pilkada,politik,sampah plastikLagi, tas tanpa bunyi keresek berbahan singkong. Dia menamakan diri telo bag -- sebagai jenama menjadi TeloBag. Telo dari kata téla dalam bahasa Jawa berarti ketela pohon atau singkong. Kadang kata itu diucapkan sebagai pengganti umpatan seperti seperti halnya 'kéré!'. Lalu apa menariknya? Dari sisi desain. Bagaimana produsen tas, atau...Suatu atau sebuah blog?