• Lama baca: 4 menit →

Universitas Hamburger milik Mcdonald's

“Universitas Negeri Ohio? Emang dulunya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Ohio, lantas ganti nama?” saya lupa siapa yang bertanya.

Urusan menyebut nama universitas di luar negeri ternyata bukan hal mudah bagi sebagian media berita di Indonesia. Kalau nama universitas di Indonesia dalam bahasa Inggris malah lebih gampang.

Konten lembaga asing berbahasa Indonesia

Tidak mudah dalam arti di lingkungan editor mungkin belum ada kesepakatan sehingga dalam artikel bisa muncul “universitas” maupun “university” untuk perguruan tinggi (PT) di luar negeri.

Untuk nama PT di negeri berbahasa Inggris lebih mudah bagi media mengikuti nama lembaga di negerinya. Namun Siaran pers Kedubes AS di Indonesia, dalam bahasa Indonesia, pernah menyebut “Universitas Columbia”.

Di VOA Indonesia, ada sebuah artikel dengan dua macam penyebutan PT. Dalam kapsi foto termaktub “Universitas Berkeley di California“. Sedangkan tubuh artikel menyebutkan “University of California, Berkeley, di California”.

Kedua lembaga asing tersebut, dalam konten berbahasa Indonesia, telah mencoba berbahasa dengan baik.

Adapun BBC Indonesia, dalam sebuah artikel, menulis semua nama PT di Inggris sebagai “universitas”. Misalnya Universitas Cambridge dan Universitas Manchester.

Bahasa Indonesia kadang culun?

Di sebuah kantor media di Jakarta, seorang editor pernah meminta kejelasan penyebutan universitas luar negeri. Terhadap contoh Universitas Columbia dan Universitas Cambridge, seorang direktur, yang bukan editor, menukas, “Itu culun!”

Baginya setiap nama universitas di luar negeri, tak hanya yang berbahasa Inggris, harus menjadi “university“. Bahwa konten di Prancis, misalnya, menyebut PT di Indonesia dalam bahasa sana, “Itu hak mereka.”

Sedangkan DW Indonesia, dalam beberapa contoh asal tengok, mempertahankan nama PT dalam bahasa Jerman. Misalnya Universität Heidelberg dan Humboldt Universität zu Berlin. Dalam artikel lain ada, nah ini dia, memang bukan universitas: Hochschule für Musik Würzburg.

Tentu, PT di pelbagai negeri yang tak berbahasa Inggris selalu memiliki nama dalam versi Inggris. Misalnya Negeri Belanda, Swedia, Jerman, Jepang, dan Korea Selatan. Media di Indonesia ada yang menyebut “universitas” dan ada pula “university“. Sila Anda cari sendiri contohnya. Saya tidak mau dituduh ngécé redaksi.

Memang tidak mudah

Ternyata tak mudah berbahasa Indonesia. College di Amrik dan hochschule di Jerman mau diindonesiakan jadi apa? Kolese dan sekolah tinggi? Itulah perlunya kebijakan berbahasa setiap media.

Nama universitas di luar negeri pun, dalam bahasa nasional sebuah negeri maupun versi Inggris, bisa mengundang perdebatan redaksi saat tenggat. Misalnya Vrije Universiteit Amsterdam di Belanda, yang versi Inggrisnya adalah Free University of Amsterdam. Diindonesiakan menjadi Universitas Free Amsterdam saja? Lantas “free” jadi apa?

Itu baru PT bernama universitas. Bagaimana dengan MIT, apakah sebaiknya menjadi Institut Teknologi Massachussetts? Dari sisi jenama, MIT lebih kuat dan akrab di benak pembaca.

Masih menyangkut jenama, saya bingung juga ada PTN di Indonesia bernama IPB University. Sedangkan PTS ada yang Sampoerna University dan Podomoro University. Kalau saya jadi editor media, saya ikuti si lembaga menyebut dirinya. Sama seperti kursus bahasa Inggris Anu English Course.

Untuk IPB ada dua catatan menarik. Pertama: dalam laman Selayang Pandang IPB, paragraf pembuka berbunyi “Institut Pertanian Bogor adalah perguruan tinggi yang…”. Kedua: situs Pangkalan Data Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud menyebut IPB dalam senarai sebagai Institut Pertanian Bogor.

Saya tak menyoal misalnya ada sebutan Universitas IPB. Itu soal jenama, seperti dulu ASRI Yogyakarta menjadi STSRI Asri (malah kapital diapit tanda kutip: “Asri”) , atau BRI menjadi Bank BRI.

Oh, mungkin nama dagang berbeda dari nama lembaga? Seperti Bank BRI berbadan usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero ) Tbk. Atau koran Kompas berbadan usaha PT Kompas Media Nusantara.

Lantas bagaimana dengan Harvard Business School dan Kennedy Harvard School yang merupakan peringkasan John F. Kennedy School of Government?

Lagi-lagi itulah perlunya kebijakan redaksi dalam berbahasa. Kalau Wikipedia Indonesia sih menyebutnya “Sekolah Pemerintahan John F. Kennedy”.

Cincai aja!

Lantas bijimana? Saya pernah mendengar seorang editor bilang, “Cincai aja! Nggak usah dibikin rumit. Yang penting pembaca paham dan trafik sehat.”

Saya tak membantah maupun mendukung. Editor lain, di media berbeda, yang sealiran dengannya, waktu saya ledek, “Entar kalo ditanya orang asing yang bisa tertib berbahasa gimana?”, hanya melet.

Lantas saya sodorkan jawaban aman, “Orang Indonesia bikin media kan bukan buat orang asing yang pinter bahasa Indonesia, ya? Juga bukan buat anak sekolah yang suka nanya soal bahasa, kan? Lagian media berita dan jurnal ilmiah kan beda, ya? ”

Dia bukannya senang malah mengumpat. Lha apa salah saya.

Foto: Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)

*) Cuitan di Twitter memuat salah tik ” gampang “, mestinya “gamang “.

Pemilik BlogUmumbahasa,bahasa indonesia,bahasa jurnalistik,IPB,komedi Indonesia,media berita,perguruan tinggi,Podomoro,sampoerna,universitas'Universitas Negeri Ohio? Emang dulunya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Ohio, lantas ganti nama?' saya lupa siapa yang bertanya. Urusan menyebut nama universitas di luar negeri ternyata bukan hal mudah bagi sebagian media berita di Indonesia. Kalau nama universitas di Indonesia dalam bahasa Inggris malah lebih gampang. Konten lembaga asing...Suatu atau sebuah blog?