• Lama baca: < 1 menit →

Jaga jarak di Primo supermarket Citos Jaksel

Itulah sebabnya bahasa hukum dalam dalam kontrak ada “selanjutnya disebut pihak pertama”. Sedangkan dalam UU ada penjelasan di muka, anu adalah blablabla…

Peringatan di pasar swalayan ini maunya tegas sekaligus jelas sehingga ada kata-kata “di kassa kami”. Padahal tanpa “kami” pun sudah jelas, hanya kasir di supermarket itu. Bukan kasir tetangga.

Akan tetapi dari sisi tertib bahasa*, pengumuman itu layak dipuji: “di” sebagai kata depan dituliskan terpisah dari kata berikutnya. Lalu ada kata “kami”, bukan “kita” — pronomina yang dalam bahasa Inggris lebih miskin, hanya “we“.

Untung saya hanya membatin. Kalau saya katakan bakal diledek kasir, “Bapak mau belanja apa ngajar bahasa Indonesia di kelas? Ini udah magrib, kelas online sekolah petang juga tutup, Pak.”

*) Memang sih ada kata “menghimbau”

Pemilik BlogMemobahasa indonesia,belanja,Citos,pasar swalayan,primo,supermarket,tokoItulah sebabnya bahasa hukum dalam dalam kontrak ada 'selanjutnya disebut pihak pertama'. Sedangkan dalam UU ada penjelasan di muka, anu adalah blablabla... Peringatan di pasar swalayan ini maunya tegas sekaligus jelas sehingga ada kata-kata 'di kassa kami'. Padahal tanpa 'kami' pun sudah jelas, hanya kasir di supermarket itu. Bukan kasir...Suatu atau sebuah blog?