• Lama baca: < 1 menit →

Pagi tadi teman lama saya berkirim ucapan selamat pagi dengan foto di grup WhatsApp. Dia yang tinggal di Saradan, Kabupaten Madiun, Jatim, mengirimkan foto patok kilometer.

Jarak ke MDN (Madiun) masih 24 kilometer. Sedangkan jarak ke Sidodadi ke S DADI (Sidodadi) tinggal dua kilometer. Adapun C BAN (Caruban) sudah dua kilometer ditinggalkan di belakang.

Saya sering terkesan oleh pal atau patok kilometer yang masih utuh — misalnya di Yogyakarta — yang sebagian adalah warisan kolonial. Di banyak tempat, terutama perkotaan, pal yang menjadi tetenger (landmark) itu tak terurus bahkan lenyap setelah tergusur titian di atas got bahkan halaman rumah orang.

Foto: Utiek Moechtar Suhardi

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/07/wp-1593762002527.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/07/wp-1593762002527-150x150.jpgPemilik BlogMemoKabupatèn,kota,landmark,Madiun,pal,patok,tetenger,TuguPagi tadi teman lama saya berkirim ucapan selamat pagi dengan foto di grup WhatsApp. Dia yang tinggal di Saradan, Kabupaten Madiun, Jatim, mengirimkan foto patok kilometer. Jarak ke MDN (Madiun) masih 24 kilometer. Sedangkan jarak ke Sidodadi ke S DADI (Sidodadi) tinggal dua kilometer. Adapun C BAN (Caruban) sudah dua...Suatu atau sebuah blog?