Ini pos tahun 2007. Harga korek api batang dalam kemasan cantik ini Rp8.000, dengan susuk Rp100, hampir 20 tahun lalu menurut saya mahal. Batangnya panjang, demikian pula kotaknya. Bandingkan dengan ukuran koin cepek.
Saat itu harga korek api batang lokal paling mahal Rp500. Harga sebungkus rokok kretek berfilter isi 16 batang saat itu rata-rata di bawah Rp10.000.
Saya tak tahu kira-kira berapa persen cewek dari keseluruhan perokok sekarang. Semoga angkanya terus menyusut, pria maupun wanita .
Di luar masalah kesehatan dan etiket sosial, dunia pengasapan menghadirkan banyak pernik. Korek batang maupun gas adalah satunya, dengan catatan rumah tangga tanpa perokok pun punya korek.
Memang sih untuk mengalahkan kompor gas sudah ada pemantiknya.


4 Comments
Korek api batang atau “rek jres” memang menyenangkan, bau kayunya harum dan dulu kadang saya kunyah-kunyah 😀
Kalau musim hujan suka melempem, oleh ibu saya dihangatkan di atas pawon agar mengering.
Betul. Pakai kayu pinus ya?
Ada juga korek hotel taut batangnya Dari kertas tebal padat. Zaman sekarang gak ada hotel sediakan korek dan asbak di kamar 😇
nemu aja benda2 bagus ky gitu, paman.
2007.. wah malah teringat masa-masa kerjaan di tahun segitu
Dulu sebelum ada lapak daring saya suka iseng, dan agak konsumtif secara impulsif untuk barang murah meriah. Gak semua saya poskan di blog. 🫣