
Dekat warung khusus penjual pisang, di Jalan Pasar Kecapi, Pondokmelati, Kobek, Jabar, ada warung khusus penjual papaya. Karton harga dagangan terpampang jelas. Setahu saya hanya ada warung pepaya dan warung pisang di area saya, bukan dalam area pasar, bahkan satu kilometer dari pasar.
Saya kerap lewat di depan kedua warung itu namun saya belum pernah sekali pun membeli. Untuk pisang tanduk, tak mungkin saya membeli sesisir karena sebatang pisang pun harus dipotong sebelum mengukus.
Sedangkan untuk pepaya, lebih sering kami membelinya dari Mbakyu Sayur yang lewat di depan rumah saya. Kenapa saat saya berjalan kaki, atau dulu saat bersepeda, melewati warung pepaya tak membelinya? Repot membawanya, terutama kalau jalan kaki. Menaruh belanjaan di setang sepeda itu tak nyaman, tak aman kalau bawa telur. Saya pernah jalan kaki menenteng semangka diikat rafia rasanya jari hampir putus. Naik angkot apalagi ojek mahal di ongkos.

Setelah keranjang lipat saya tanggalkan dari sepeda saya, sulit membawa belanjaan. Kalau niatnya memang berbelanja naik sepeda, misalnya ke Superindo dan Pasar Kecapi, saya membawa ransel khusus. Di sisi lain, keranjang untuk setang sepeda saya jadikan keranjang paket belanja daring.
Moral cerita, dagangan yang tak terlalu jauh dari rumah belum tentu kita beli. Warung pisang maupun warung pepaya itu sekitar satu kilometer dari rumah saya. Tak dapat saya jangkau dengan sepeda motor karena saya tak punya. Kalau naik mobil akan repot parkirnya, kecuali saya tega bikin macet.



4 Comments
Saya pernah membeli 3 butir kelapa muda dari seorang bapak yang sedang panen di kebunnya.
Ternyata repot sekali membawa 3 butir kelapa sambil jalan kaki 1 kilometeran =)) =))
Waduuuhhh.
Bawa semangka juga perlu semangat 🫣
Pepayanya murah, Bang Paman. Memang repot kalau bawa belanjaan sambil jalan, apalagi tanpa kantong kresek. Sering kali saya bawa pakai dua tangan saja, dipeluk di depan badan. Risikonya pandangan ke depan agak terhalang.
Nah itu repotnya. Tadi malam saya beli. Yang Rp10.000 sudah mateng banget harus segera dikonsumsi. Kalo yang belum kematengen Rp12.000 per kg.
Pulang dari warung saya naik angkot CH, bayar Rp4.000.