Maklumat PLN untuk swacatat

Pelanggan listrik pascabayar memberikan masalah bagi PLN. Solusinya terus berkembang.

▒ Lama baca < 1 menit

Stiker maklumat dari PLN karena petugas tak bisa memotret meteran — Blogombal.com

Kemarin, Ahad, bukan hari kerja, pintu gerbang saya seperti disegel dengan stiker dari PLN. Baru kali ini saya mengalami dan baru tahu. Inti masalah: petugas pencatat meter tak dapat mendekati meteran sehingga tak dapat memotret angka pemakaian setrum yang mirip odometer itu.

Karena tak dapat mencatat, maka dia meninggalkan stiker bermaklumat bahwa pelanggan harus memotret angka meter lalu mengirimkannya ke sebuah nomor WhatsApp.

Jika pelanggan tak melakukannya, PLN akan menagih biaya setrum berdasarkan rerata pemakaian tiga bulan terakhir. PLN menganggap pelanggan paham dan setuju dengan cara tersebut.

Bagi saya ini adalah jalan tengah ketika petugas pencatat gagal memotret angka meter. Ini semacam self assessment, pelanggan yang proaktif. Untuk kasus PLN saya menyebutnya swacatat — istilah hasil mengarang.

Saya tak tahu apakah jaringan ISP milik PLN, yakni Icon+, akan efisien jika dimanfaatkan untuk mencatat meter PLN dari jauh. Tentu di balik itu ada persoalan data pribadi, namun bisa diatur dengan payung hukum. Untuk pelanggan PDAM, tulisan status meter yang terbaca dari luar pagar sebenarnya termasuk data pribadi, namun hal itu dipasang oleh pelanggan.

Perihal pencatatan meteran listrik, ini catatan saya:

  • Dulu banget hal ini dilakukan oleh pegawai PLN yang berkeliling dari rumah ke rumah
  • Petugas mencatat pada kartu bertabel di bawah kotak meteran dan dalam buku panjang bersampul blirik yang selalu dia bawa
  • Mulai tahun 2000-an petugas PLN membawa kamera saku untuk memotret, saya tak tahu tahap manual apa saja yang harus dilakukan untuk memindahkan isi foto ke komputer
  • Akhirnya setelah ada ponsel pintar, semuanya dilakukan dalam satu langkah melalui aplikasi gawai, namun jika sinyal seluler buruk mereka tak dapat bekerja

Selain itu ada pula perubahan lain, saya lupa apakah sebelum tahun 2000 hal itu sudah berlaku karena bukan masalah bagi pelanggan: PLN menggunakan tenaga alih daya (outsource) untuk mencatat. Mereka pegawai biro partikelir yang dikontrak PLN.

Bagi saya, ini adalah pilihan masuk akal. Merekrut dan kemudian mengembangkan karier petugas lapangan level bawah sebagai pegawai tetap sampai pensiun itu mahal. Ya, serupa kantor menggunakan OB dan petugas kebersihan, juga satpamwan untuk area luar gedung, dari perusahaan lain.

Bagi si karyawan biro, apalagi tenaga kontrak, hal ini memang tak memberikan kepastian.

4 Comments

Junianto Selasa 29 Juli 2025 ~ 07.16 Reply

Omah kulon saya, yang sehari-hari kosong, meteran listriknya ada di tempat yang jauuuuuuh dari pintu pagar. Tiap tanggal 24, petugas pencatat meteran menghubungi saya via WA, meminta saya mengirim foto meteran dengan angka terbaru. Dia beri batas waktu pengiriman sampai tanggal 25.

Pemilik Blog Selasa 29 Juli 2025 ~ 11.02 Reply

Oh berarti sudah lama ya. Sip 👍

Rudy Senin 28 Juli 2025 ~ 12.58 Reply

Bukankah dahulu ada semacam papan yang mencantumkan angka meteran listrik dan air, sehingga petugas tidak usah repot-repot masuk ke halaman rumah. Kasihan juga petugasnya jika pemilik rumah memelihara anjing penjaga yang galak.

Pemilik Blog Senin 28 Juli 2025 ~ 15.43 Reply

Lha ya itu. Papan itu masih dijual di lokapasar. Soal anjing galak, ada lho yang gak punya waung tapi masang peringatan.

Tinggalkan Balasan