Kap lampu swakriya

Amati, tiru, modifikasi. Lebih mudah untuk diri sendiri, bukan kelompok.

▒ Lama baca < 1 menit

Kap lampu taman hasil prakarya warga di Chandra Baru — Blogombal.com

Saya terkesan oleh kap lampu di pinggir taman dalam kompleks ini: sederhana tapi manis, seperti Bimbi. Kap ini hasil swakriya, padanan Indonesia untuk DIY (do-it-yourself) atau hasta karya; kalau prakarya saya membayangkan itu sebelum jadi karya, semacam pre amplifier yang tak berfungsi sebagai integrated amplifier apalagi power amp. Eh, terlalu jauh. Prakarya itu mestinya semacam sketsa.

Bahan contong ini hanyalah lembaran plastik yang biasa dipakai untuk melapisi pagar. Tinggal dibentuk sebagai kerucut bundar, lalu dipotong rata, jadilah kap lampu.

Kap lampu taman hasil prakarya warga di Chandra Baru — Blogombal.com

Saya pernah membuat contong macam ini, selain memanfaatkan wadah plastik, untuk menghalangi jalan tikus. Tetapi karena tak menggunakan lem batang dengan injektor panas seperti pistol itu, barangnya hilang entah dipakai siapa, akhirnya kerucut itu kendor.

Lalu apa moral cerita daripada yang mana kap lampu ini? Sebenarnya kreativitas ada dalam diri setiap orang, termasuk belajar dari karya orang lain. Setidaknya, dari melihat contoh dia bisa memetik ide lalu menugasi orang untuk meniru. Sepanjang murah biayanya, pasti mudah. Tetapi di setiap lingkungan komunal, misalnya RT, belum tentu hal itu mudah. Memang, kalau ini bukan soal kreativitas.

Tinggalkan Balasan