Bungkus Sampoerna A nan mengerikan

Bersyukurlah kolektor bungkus rokok era lama tanpa foto dan peringatan. Kolektor korek batang pun berbahagia.

▒ Lama baca 2 menit

Bungkus Sampoerna A nan mengerikan di Singapura — Blogombal.com

Lihatlah foto di atas. Seperti itulah nanti bungkus rokok di Indonesia setelah pemerintah menerapkan aturan kemasan rokok. Kapan? Belum jelas, karena industri pertembakauan belum setuju jika turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 itu ditetapkan dalam waktu dekat (“Spanduk rokok yang berdesakan dan rencana polos kemasan“, 4/7/2026).

Foto tersebut adalah kemasan Sampoerna Red edisi Singapura, harga per bungkus isi 20 batang sekitar Rp200.000. Merek Sampoerna hanya tertera pada bagian bawah wadah, tak menonjol, tanpa logo, sonder info kandungan tar dan nikotin. Singapura menerapkan bungkus seragam untuk rokok pada 2019. Australia lebih dini, 2012.

Bungkus Sampoerna A nan mengerikan di Singapura — Blogombal.com

Penyederhanaan desain bungkus rokok adalah langkah lanjutan banyak negara setelah menaikkan cukai untuk menekan konsumsi rokok. Sejumlah gelaran olahraga di luar negeri pun kemudian membatasi sponsor rokok.

Kita ingat, dahulu kala mobil Formula 1 ditempeli jenama sigaret, bahkan nama tim pun menggunakan jenama rokok. Pada 1997, untuk menyiasati kecenderungan regulasi rokok yang kian menekan, BAT membeli tim Tyrell dan menamainya BAR (British American Racing). Mulai 2006 setelah F1 melarang promosi rokok, BAR pun cabut karena tak dapat lagi memasang logo Lucky Strike dan State Express 555.

Bungkus Sampoerna A nan mengerikan di Singapura — Blogombal.com

Adapun Philip Morris yang punya tim Marlboro, mulanya mengakali regulasi negeri tempat sirkuit dengan mencopot logo, kemudian mereka menemukan solusi visual cerdik: dengan kode batang khusus. Ketika mobil F1 melesat di sirkuit di atas 300 km/jam, garis-garis kode batang yang tertangkap kamera TV menjadi logo Marlboro. Siasat ini akhirnya tamat karena dilarang.

Kembali ke kemasan Sampoerna A Red ala Singapura, silakan Anda amati serangkaian foto ini. Beda banget dari Sampoerna A Red zaman normal.

Kemasan Sampoerna A Red di Singapura ketika masih tampil utuh — Blogombal.com
¬ Kemasan Sampoerna A Red di Singapura ketika masih tampil utuh | Wikimedia Commons CC BY-SA 4.0

Kini di Indonesia, ketika orang bukan perokok menatap rak di belakang kasir minimarket pasti bingung untuk mengenali setiap merek. Ada 234 hitam dan Magnum yang mirip, bahkan yang baru ada 234 Magnum, dari PT H.M. Sampoerna Tbk. Nanti setelah berlaku kemasan polos malah takkan akan bingung karena tidak berminat membeli.

Tak hanya bungkus yang simpel tanpa pengenal jelas, di Singapura batang rokok pun tanpa jenama dan logo. Hanya ada tulisan PSA356 dan SDPC. PSA356 itu kode identifikasi produsen (manufacturer identification code) yang diterbitkan oleh Bea Cukai Singapura. Adapun SDPC adalah singkatan Singapore Duty-Paid Cigarette, artinya rokok tersebut sudah membayar bea masuk dan cukai.

Bungkus Sampoerna A nan mengerikan di Singapura — Blogombal.com

Singapura (728 km²) cuma seluas Mojokerto (718 km²), Jatim, dan penegakan hukumnya berjalan. Di sana menjual atau merokok rokok yang tidak memiliki stempel SDPC adalah ilegal. Jika Anda kedapatan memiliki satu bungkus rokok tanpa tanda pengesahan bea cukai akan didenda 500 SGD (± Rp7 juta; ¬ Singapore Legal Advice).

Entah kapan Indonesia akhirnya menerapkan bungkus polos untuk sigaret, suatu hal yang juga akan ditiru oleh produsen rokok ilegal, yang produknya palsu maupun tak berpita cukai. Sepanjang mampu membeli, para perokok takkan dirugikan. Namun penjual rokok tanpa pemindai kode batang mungkin takkan dapat melayani lebih lekas.

View this post on Instagram

Lalu siapa yang akan rugi? Para kolektor bungkus rokok. Berbahagialah penggemar bungkus rokok era lama yang barangnya berdesain utuh, tanpa foto yang dimaksudkan bikin takut akan bahaya merokok bagi kesehatan, namun tak mempan. Penggemar bungkus rokok itu ada yang perokok dan ada yang bukan.

Bungkus Sampoerna A nan mengerikan di Singapura — Blogombal.com
¬ Batang rokok tanpa merek maupun logo, hanya ada kode dari Bea Cukai Singapura.

Barang pendukung rokok yang mulai surut, menurut kesan saya, adalah korek api batang. Hotel pun saya sudah lama tak menyediakan korek api stik karena hampir semua hotel melarang rokok merokok. Bersyukurlah jika Anda kolektor artefak bernama korek batang.

¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan, tidak mewakili kubu pro-tembakau maupun anti-tembaku, industri, dan pemerintah

Tinggalkan Balasan