Nasi cokot alias nasi gigit atawa sekul cokot

Saya tahu wujudnya tapi tak tahu kalau namanya nasi cokot. Dasar old skool alias sega wadhang atau nasi basi.

▒ Lama baca < 1 menit

Nasi Cokot Silvia di Jalan Pasar Kecapi, Jatirahayu, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Saya termasuk telat tahu ada istilah nasi cokot. Selama ini saya menyebutnya nasi kepal, cara makannya dengan digigit. Ya, seperti cara banyak orang makan di KFC, nasi yang terbungkus kertas itu digigit.

View this post on Instagram

Tadi saat jalan kaki saya melihat tulisan menerima pesanan nasi cokot. Dalam bahasa Jawa, cokot atau cakot berarti gigit. Maka ada penjual yang menamai nasi gigit. Ada pula yang menyebutnya sega cokot. Sega, dibaca sego, dalam bahasa Jawa berarti nasi. Lalu ada juga penjual yang menyebutnya sekul cokot. Sekul itu bahasa Jawa halus untuk nasi. Maka old skool berarti sega wadhang atau nasi basi

Nasi Cokot Silvia di Jalan Pasar Kecapi, Jatirahayu, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Perihal makan nasi KFC digigit pun saya telat tahu, maklum saya wong lawas. Saya baru tahu awal 2000-an. Saya kalau makan langsung dengan tangan, tanpa sendok garpu, tentu dengan cara muluk, kata kerja dalam bahasa Jawa dari kata dasar puluk, artinya dengan jari memungut gumpalan nasi untuk disuapkan ke mulut sendiri. Tidak digigit.

Nasi cokot atau onigiri Indonesia di Gofood — Blogombal.com
¬ Nasi cokot, sego cokot, sekul cokot, dan nasi gigit di Gofood.

Ketika muncul nasi kepal, saya langsung teringat onigiri, nasi kepal Jepun. Dengan sentuhan lokal, nasi cokot menawarkan kepraktisan. Tetapi dulu saat pertama kali melihat nasi cokot, saya malah teringat burger karena tak berbentuk segi tiga. Tiada sudut lancip untuk mempermudah akses bagi mulut. Kalau yang dijual di Indomaret memang segi tiga karena merupakan onigiri.

Lalu moral ceritanya apa? Saya memang udik. Sering ketinggalan zaman. Mungkin karena faktor U. Alias golongan old skool.

5 Comments

Junianto Minggu 21 Juni 2026 ~ 13.41 Reply

BTW tadi pagi saat olga jalan kaki, mampir ke lapak mbak penjual nasi cokot, ternyata tutup.🙈

Pemilik Blog Senin 22 Juni 2026 ~ 14.42 Reply

Sudah diborong demonstran?

Junianto Minggu 14 Juni 2026 ~ 14.13 Reply

Ada seorang mbak penjual nasi cokot di sebuah jalan besar yang menjadi salah satu rute jalan-pagi saya. Saya belum pernah beli (dan belum pernah lihat langsung wujudnya kayak apa). Nanti kapan-kapan saya beli, deh.

Pemilik Blog Minggu 14 Juni 2026 ~ 15.56 Reply

Kalo ada rezeki, boronglah buat demonstran pas ada demo. Tapi bukan demonstran bayaran yang wajahnya tua untuk mahasiswa, ketika ditanya apa yang diperjuangkan cuma cengar-cengir

Tinggalkan Balasan