Legislator udut dan main gim, ditambah kewaguan cerdas cermat MPR

Tak semua dagelan di republik ini langsung berefek menghibur karena butuh waktu untuk merenungkan.

▒ Lama baca 2 menit

Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi (Gerindra) dalam rapat dinas mengisap rokok sambil bermain gim ponsel.

Maka ramailah jagat media sosial. Anggota DPRD Jember, Jatim, Achmad Syahri As Siddiqi (Gerindra) dalam rapat dinas mengisap rokok sambil bermain gim ponsel. Bagi saya hal itu tak patut, antara lain karena:

  • Ruang rapat pemerintah setahu saya melarang orang merokok
  • Buat apa video dan film televisi menyensor adegan orang merokok untuk kepentingan edukatif kalau anggota DPRD ternyata tak peduli?
  • Banyak orang, termasuk saya, berusaha sebisanya tak terpotret saat merokok karena malu dan sadar hal itu tidak baik, apalagi kalau sampai tersiar di medsos
  • Maka lima tahun lalu saya menulis tidak sreg dengan acara obrolan di YouTube yang pesertanya klepas-klepus dalam ruang tertutup bahkan studio

Talk show atau gelar wicara di YouTube sambil merokok — Blogombal.com

Talk show atau gelar wicara di YouTube sambil merokok. Klik gambar untuk membaca arsip.

Soal main gim, itu jelas tak pantas dilakukan dalam rapat. Artinya Achmad tak menghormati forum. Kalau terhadap teman sejawat dan lembaganya sendiri saja dia tak berkhidmat, entah bagaimana terhadap rakyat.

Jangan-jangan di rumahnya, saat mengobrol dengan keluarga, terutama orangtua dan anak, dia juga sambil bermain gim.

Lalu masalah lain hari ini adalah cerdas cermat yang diselenggarakan MPR untuk pelajar. Inti masalah sudah Anda ketahui. Penilaian negatif warganet bertebaran.

Keangkuhan kekuasaan dipertunjukkan untuk anak sekolah di MPR — Blogombal.com

Satu hal yang sangat mengganjal hati saya adalah acara itu untuk pelajar, mewakili sekolah, namun kewaguan yang berlangsung amatlah tidak mendidik. Anak-anak yang belum dewasa beroleh contoh praktik keangkuhan kekuasaan di lingkungan lembaga negara.

Saya menaruh hormat kepada Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak, Kalbar, yang tegar mempertahankan haknya karena dirugikan, sekaligus heran terhadap tanggapan hadirin yang tampak tak mendukungnya.

Jika Josepha terus berkembang, mungkin kelak dia pantas mencalonkan diri sebagai wali kota dan bahkan yang jauh lebih tinggi. Semoga nanti dia tak tergoda mencalonkan diri sebagai ketua partai besar maupun eceran serta grosir.

Soal pelantikan anggota DPR dalam pergantian antarwaktu, Adela Kanasya menggantikan ayahnya, Adies Kadir, dari Golkar? Saya malas mengomentari. Masih banyak topik lain hari ini yang lebih menarik, dan bernilai bagi saya, untuk saya tulis.

Tinggalkan Balasan