Tahu sebelum belok: Jalan buntu

Tahu itu temannya tempe, tapi kadang bisa merepotkan bagi pengguna jalan. Memasang petunjuk jalan sebenarnya mudah.

▒ Lama baca < 1 menit

Gang buntu di tikungan Gang Djaim, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Bukan, bukan. Judul ini bukan soal lauk temannya tempe. Tetapi tentang papan petunjuk jalan: simpel. Ada lho jalan buntu yang bisa dilalui sepeda motor tanpa keterangan. Artinya, orang luar setelah terjebak baru tahu. Padahal memutar motor di gang sempit bukan soal mudah. Tidak bisa sekali manuver.

Lebih dari sekali saya mengalami mentok, saat bersepeda maupun berjalan kaki. Saat berjalan kaki di labirin perkampungan padat, dan ternyata masuk gang buntu, anak-anak kecil teriak, “Paaakkkk! Itu buntu!”

Kalau ada yang menyapa, “Bapak mau ke mana?”, saya langsung menduga itu jalan buntu. Setelah saya jawab bahwa saya hanya lewat, biasanya disusul keterangan itu jalan buntu.

Gang buntu di tikungan Gang Djaim, Pondokmelati, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Ada juga jalan buntu yang langsung terlihat. Beberapa tahun saya tak berjalan kaki melewati sebuah spot, sehingga setelah belok langsung tampak tembok. Bisa juga langsung tampak pintu pagar.

Paling menyebalkan bukan jalan buntu melainkan penutupan jalan. Di area saya sering. Setelah mobil belok batu tahu jalan ditutup sehingga harus mundur. Menjadi masalah jika di belakang kita juga ada mobil, lebih dari satu pula. Mestinya pemberitahuan dipasang sebelum belokan, atau di mulut tikungan.

Tinggalkan Balasan