
Setiap berjalan kaki melewati ruas jalan ini saya takut. Parit di pinggir kiri jalan, yang berbatasan dengan sebuah kompleks perumahan, itu tak berpagar, hanya sebagian yang berpenahan kanstin atau tanggul rendah.
Saya membayangkan pejalan kaki, dari anak-anak sampai lansia, bisa terpeleset lalu terjerumus ke riol kecil itu. Pengendara sepeda maupun sepeda motor juga dapat terjerumus bersama tunggangannya. Roda mobil yang melintas gang itu berisiko terperosok. Padahal posisi ruas jalan itu di pertigaan, pertemuan jalan belakang keluar masuk kompleks dengan gang kampung.

Apakah pernah terjadi kecelakaan di situ? Saya tidak tahu. Bagaimana kondisi gang sebelum dibeton? Saya juga tak paham karena saya bukan warga sana.
Ketakutan bisa muncul karena pengalaman diri sendiri maupun orang lain, dan bisa juga karena asumsi tentang keselamatan jalan. Namun pengamanan fasilitas demi keselamatan pengguna jalan juga bisa berpijak pada pengalaman dan pengandaian. Hal itu bagian dari tugas negara untuk melindungi warga.

