Korupsi itu asam urat, gula darah, dan hipertensi

Sebagai penyakit degeneratif bangsa, korupsi itu soal wajar belaka, masih dianggap terkontrol.

▒ Lama baca < 1 menit

Korupsi? Jagalah hati nurani dan pengaruh buruk dari sekitar — Blogombal.com

“Korupsi sudah tambah gila, terang-terangan. Di semua bidang. Ya orang pajak, polisi, sampe kepala daerah. Mau ke mana Indonesia?” kata Manan Macan sambil berdiri dan berkacak pinggang, dalam reriungan sore di halaman rumah Sofyan Karbol.

“Liat aja skandal demi skandal MBG dan BGN. Udah bugil, eh telenji!” timpal Fauzi Busi.

“Pak Mahfud bener. Di banyak negara tuh militer akan menunggangi politik, polisi akan merusak negara dengan korupsi,” kata Sofyan.

“Kalo kata Bung Hatta, korupsi udah jadi budaya. Tahun lalu aja rame soal para ortu memalsukan domisili, biar anaknya bisa mendaftar ke sekolah di luar zonasi. Gubuk penjaga sekolah di kompleks sekolah jadi alamat dadakan banyak orang. Artinya, ortu ngajarin anak soal manipulasi demi tujuan,” kata Dimas Nanas.

“Bude dan pakdenya bini gua ganti kacamata pake fasilitas menantunya yang orang bank swasta. Jatah istri dan anaknya menantu dipake mertua. Itu juga korupsi, kan?” Toto Wastefel bercerita.

“Uwak gua bawa anak istri waktu raker ke Puncak sama konsultan swasta. Keluarga nikmatin staycation. Biaya dari kementerian. Orang konsultan sebenarnya nggak mau raker di luar kota, cukup di Jakarta, tapi orang kementerian bilang kalo di dalam kota, apalagi nggak nginep, nggak ada duit SPJ,” Cecep Gercep bertutur.

“Gimana nih, Oom Kam?” Manan bertanya.

“Biasa aja,” jawab Kamso dengan kalem — singkatan kayak lembu.

“Biasa gimana? Gawat nih Oom kita! Kayak udah dikooptasi sistem! Hahaha!” sergah Fauzi.

“Praktik koruptif yang intinya penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan, atau hak atas fasilitas, itu penyakit kolektif Indonesia. Ya, kayak asam urat tinggi, diabetes, dan darah tinggi. Diterima sebagai hal yang harus dijalani, banyak temennya, jadi topik umum dalam reuni orang usia 40+, akan aman sepanjang masih dalam kontrol, nggak melewati batas. Jadi, orang nyaman aja hidup dengan aneka penyakit degeneratif itu, soalnya ada obat dan BPJS,” Kamso berceramah, dengan gaya sok tenang dan tertata, agar tampak bijaksini, mengimbangi orang lain yang berapi-api, seperti talk show di YouTube.

“Maksud Oom Kam, kalo udah ngelewatin batas, nah baru rame tuh, terus abis itu pada lupa. Gitu?” Toto bertanya.

Tinggalkan Balasan