Harus mengenal lelah agar butuh jeda

Rumus 20-20-20 juga saya terapkan untuk buku. Mata dan leher perlu relaksasi. Badan juga perlu bergerak.

▒ Lama baca < 1 menit

Perlu ambil jeda dari kertas dan gawai dengan rumus 20-20-20 — Blogombal.com

Saya tak suka dan tak tahan menggunakan earphone maupun headphone, berkabel maupun nirkabel. Jalan kaki atau naik bus dan kereta, saya tak pernah menggunakan pelantam suara di telinga. Namun belakangan saya memerlukan alat itu. Terutama yang berkabel.

Buat apa? Pertama, untuk menelepon lama, namun itu tak setiap hari; sepekan sekali pun belum tentu. Kedua, untuk menonton video dengan mencicil. Sebelum menggunakan alat kuping saya pun kerap mencicil konten YouTube dan Netflix. Kini dengan tambahan alat yang bikin lelah, saya makin tahu kapan rehat.

Layar hitam di ponsel untuk ngeblog — Blogombal.com
¬ Setelan layar hitam di ponsel, apalagi kalau default itu bagus.

Tak hanya terhadap ponsel dan tablet, karena ketika membaca kertas pun saya kini kerap mengambil jeda. Sejauh ini mata saya beres, tetapi saya harus ngéman — kebetulan setelan layar saya hitam, termasuk untuk WhatsApp.

Untuk membaca cerita panjang di web tablet, misalnya serial atau cerber, sejak dulu saya menggunakan setelan simplified view, dengan layar hitam dan teks putih yang ukuran teksnya dapat saya perbesar.

Rumus 20-20-20 dalam menggunakan layar digital — Blogombal.com
¬ Rumus 20-20-20 dalam menggunakan layar digital. Sumber: All About Vision

Dalam urusan mata, rumus 20-20-20 saya terapkan. Dengan saya sering di teras, bahkan malam hari, hal itu kian mudah. Melempar pandangan sejauh 20 kaki (± 6 meter) lebih leluasa. Menoleh, menengok, dan mendongak bagus untuk leher dan mata.

Jeda lain adalah meninggalkan kursi teras untuk mengambil minum atau lainnya. Harus melangkah. Dan mata tak menatap layar maupun buku. Kacamata baca yang berkalung saya turunkan.

Untuk menulis blog di ponsel kadang saya hentikan, buat tengok kanan kiri atau mengambil sesuatu, karena ngeblog bukan pekerjaan, lagi pula tanpa tenggat.

Tetapi kalau saya sedang asyik menulis lalu terinterupsi, apa yang ada di benak bisa buyar karena jeda yang terjadi bukan atas kemauan saya. Hasilnya adalah kuburan draf, tulisan belum selesai, kadang ada yang tinggal satu paragraf akhir, berikut gambar hasil jepretan sendiri maupun tangkapan layar.

4 Comments

Warm Rabu 15 April 2026 ~ 05.15 Reply

Seperti jg lari, perlu jeda. Habis acara kmaren, sudah tiga hari pegal masih tersisa. Mau tidak mau memang kudu jeda *malah curhat 😅

Kalo liat hape emang bahayanya suka lupa waktu, bikin mata kering, otot leher juga jd tegang

Pemilik Blog Rabu 15 April 2026 ~ 11.07 Reply

Betooollll…
Jeda fisik dan mental itu perlu 👏👍

mpokb Selasa 14 April 2026 ~ 21.54 Reply

Nah, 20 menitnya itu yang sering lupa. Tahu-tahu sudah hampir sejam di depan layar. Mungkin perlu pasang alarm huhu…

Pemilik Blog Selasa 14 April 2026 ~ 21.58 Reply

Nggak perlu pake alarm. Kalo bisa nggak pakai posisi wuenaakkk buat liat layar 😅

Tinggalkan Balasan