Infrastruktur tur tur, ngawur wur wur…

Masalahnya bukan kerugian kompeni melainkan pelanggan dan warga. Hubungannya dengan pilpres?

▒ Lama baca < 1 menit

Infrastruktur telekomunikasi centang perenang — Blogombal.com

Kalau tak salah ini kotak sambungan kabel optik. Sebutannya closure fiber optic atau joint box. Apakah boleh diletakkan dekat tanah di pinggir jalan, seperti di Cipayung, Jaktim, diikat tali rafia pula?

Pemilik kabel, melalui kontraktor, bisa bilang, “Suka-suka saya, dong.” Silakan.

Infrastruktur telekomunikasi centang perenang — Blogombal.com

Akan tetapi warga bisa dirugikan karena langkah kakinya di lajur pedestrian terhalang. Kalau ada motor nyungsep di antara tiang dan tembok pagar, kotak ini bisa rusak tertabrak, kepala kabel terlepas, pelanggan dirugikan. Kalau perusahaan pemilik kabel sih biar saja merugi.

Infrastruktur telekomunikasi centang perenang — Blogombal.com

Yah, begitulah potret infrastruktur telekomunikasi di negeri ini: centang perenang. Kabel bisa mencelakai orang yang bukan dari BOD perusahan pemilik jaringan. Entah bagaimana nasib Sultan Fafih sekarang. Dia saat naik motor terjerat juntaian kabel optik.

Sultan Fafih, korban jeratan kabel optik di Jakarta — Blogombal.com

Infrastruktur telekomunikasi bisa rusak karena vandalisme maupun sabotase. Vandalisme? Saya pernah mendengar cerita seorang warga Jakut, dulu pada era kabel tembaga, ujung kabel dalam ceruk lubang galian diguyur cairan feriklorida oleh sekelompok pemuda.

Kalau sabotase? Dalam masa kampanye Pilpres 2014, kabel optik ke pusat data tim kampanye nasional salah satu capres di Gondangdia, Jakpus, dicangkul orang padahal tidak sedang berlangsung proyek galian. Cara kasar yang tak butuh kecanggihan meretas server.

Sebegitu buruknya praktik politik yang terpolarisasi. Namun kita tahu akhirnya pihak tercangkul dan lawan politiknya bersekutu. Demi persatuan nasional? Halah, ngapusi. Demi kekuasaan.

Infrastruktur telekomunikasi centang perenang — Blogombal.com

2 Comments

mpokb Kamis 9 April 2026 ~ 04.00 Reply

Aneh banget kok kerja setengah2 gitu. Kayak nggak takut rugi belakangan kalo ada apa2..

Pemilik Blog Kamis 9 April 2026 ~ 23.17 Reply

Kenapa takut? Ini Endonesah

Tinggalkan Balasan