Di tengah Lebaran ada saja berita kocak. Itu, soal mobil dinas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Karena Bowo menyentil, maka Pemprov Kaltim menjelaskan urusan sudah selesai.
Tetapi masih ada hal yang belum terjawab tuntas, yakni mengapa Mas’ud bisa terpilih, dan mengapa DPRD menyetujui pembelian mobil dinas mahal itu semata berdasarkan volume silinder mobil? Artinya DPRD mengabaikan kepatutan.
Maaf, saya tak bermaksud menjadikan berpulangnya Michael Bambang Hartono (87), dua hari lalu (19/3/2026) sebagai hal lucu. Saya justru mengapresiasi konglomerat dan filantropis sepuh itu, karena sejauh saya dengar semasa hidupnya tak pernah naik mobil termahal yang mampu dia beli. Tetapi misalnya dia punya mobil mewah, tentu tak soal, apalagi pajak tak menunggak.
Orang bisa bilang, selain almarhum memang rendah hati, bisa ditambah dirinya tak membutuhkan validasi sosial apalagi atas nama muruah Djarum dan Kudus. Semua orang tahu dia dan keluarganya itu kaya. Coba Anda cek, dari sepuluh orang terkaya di Indonesia berapakah yang suka flexing? Tetapi koruptor yang tak bekerja keras bisa tanpa malu suka pamer kemewahan.




2 Comments
orang kaya lama memang ga perlu validasi. kalo perlu malah ga menunjukkan kekayaannya.
OKB, terutama yang dapatnya dari jalur haram, biasanya butuh validasi..
Lha ya itu. Padahal gara-gara flexing bisa diincar petugas pajak dan hamba hukum