
Mungkin Anda bilang isu ini sudah basi. Keterangan dari PDIP bahwa anggaran MBG mengambil dari anggaran pendidikan, yang dilontarkan Februari lalu, mungkin aneh. Mereka punya 110 dari 580 kursi di DPR, tetapi kalau ngoceh di sana nggak direken karena jumlah kursi koalisi pro-MBG, dan anggap saja juga pro-wapres, lebih besar.

Di sisi lain, artikel berisi apologi dari Wihadi Wijanto, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra, di Detik (9/3/2026), sejauh saya tangkap tak ada kebaruan.

Soal angka sama. Silakan Anda buka tautan. Tafsiran saya, yang mudah dibingungkan angka, mungkin meleset, sehingga saya menyimpulkan yang jadi pokok soal adalah status anggaran.

Banteng bilang MBG memangkas anggaran pendidikan. Menurut retorika Wihadi, itu bukan memangkas melainkan memang bagian dari anggaran pendidikan.

Memang ini bukan analogi yang pas, saya mengibaratkan diri sebagai orang Kranggan, Kobek, Jabar, sudah didaftarkan oleh juragan saya, tukang servis AC dan mesin cuci, untuk belajar marinasi lele dan nila ke Balaraja, Tangerang, Banten. Antarkota antarprovinsi, Jabar–DKI–Banten. Jangan keburu bilang ini tamsil ngaco.

Saya diberi uang Rp300.000 untuk biaya kursus sehari, pagi sampai sore, berangkat dan pulang naik motor. Uang bensin, sarapan, makan siang, ngopi, kuota internet, parkir di ruko, diambil dari Rp300.000 itu.

Bos saya bilang, semua biaya tadi, termasuk membayar biaya kursus, merupakan biaya pengembangan kemampuan SDM. Anda tak usah bertanya apa hubungan marinasi lauk dengan servis AC, mana jauh pula? Namanya juga contoh. MBG boleh aneh, tak masuk akal, mengada-ada, ngadi-adi, kok saya nggak boleh.

Sedangkan saya menganggap biaya gelondongan itu nggak fair. Biaya kursus Rp210.000, masa sih kelebihan Rp90.000 untuk menutup ongkos di luar kelas? Bagaimana saya sebagai SDM bisa berkembang? Kalau ban bocor di jalan, gimana? Bos menangkis, “Sudah untung kamu saya sekolahin, dapat uang ekstra.” Perbandingan angka boleh Anda balik, biaya kursusnya Rp90.000.

Lalu soal belanja untuk proyek besar MBG, yang tak ada hubungannya dengan kursus saya, bagaimana? Lihatlah gambar terakhir: “Jangan marah. Ingat. Hari ini puasa.” Bijak. Tidak bisa dikatakan menghasut. Tetapi setelah Lebaran nanti mungkin boleh marah.

¬ Infografik komposisi DPR: Wikimedia Commons

3 Comments
judulnya “secuil hiburan” tapi saya ngga terhibur, paman.. malah emosi.. 😫
Saya ingin berkomentar bahwa anak-anak belum menjadi prioritas dalam proyek embege ini, tapi karena ada UU ITE, ya saya nggak jadi berkomentar, Bang Paman
Sebaiknya begitu. Masalahnya, kalo pihak yang dibahas juga menggunakan cara di luar hukum, termasuk buzzer bayaran maju tak gentar