
Saat mencuci piring, gelas dan perlengkapan makan minum saya tahu bahwa pada tutup wadah Tupperware ada tutup kecil dan aturan pakainya dalam huruf timbul. Tanpa kacamata saya sempat membaca ada tulisan microwave.

Akan tetapi karena saya tak berkepentingan menggunakan wadah ini untuk microwave maka saya mengabaikannya. Tadi sore saya sempatkan mencermati teks tersebut. Ternyata tersebutkan dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Spanyol:
- Open for use in microwave
- Ouvrir avant usage au micro-ondes
- Abrir para uso en microondas

Ada dua tilikan terhadap tulisan tersebut. Pertama: menurut UU Perlindungan Konsumen dan aturan turunannya, semua produk termasuk impor harus menyertakan informasi dalam bahasa Indonesia. Dalam praktik biasanya berupa kertas tambahan atau stiker penjelasan. Namun lebih banyak lagi yang hanya menggunakan ikon dan teks berbahasa Inggris padahal buatan Indonesia.
Kedua: produk Tupperware dipasarkan melalui MLM, sehingga saya berpengandaian keterangan lisan dalam demo dan transaksi oleh penjual bisa menggantikan aturan pemerintah. Saat seorang konsumen memberikan wadah kepada orang lain, mereka juga akan memberikan taklimat pribadi.
Tupperware global akhirnya bangkrut. Jaringannya di Indonesia pun tutup. Namun produknya masih tersimpan di banyak rumah tangga Indonesia. Bahkan ada yang menyebut semua kontainer plastik pakai ulang untuk makanan sebagai taperwèr.
Oh ya, saya masih menyimpan Tupperware tanpa jendela tambahan, suvenir pernikahan seorang pembaca blog wagu ini, pada 2024. Cendera mata yang baik itu yang fungsional.
Oh ya lagi, ingat Tupperware jadi ingat seorang eks sejawat mengunjungi saya pada hari libur Lebaran 2020. Saat itulah saya tahu dia menjadi videografer dan fotografer untuk Tupperware Indonesia. Saya dan istri saya spontan bertanya apakah dia sering dapat Tupperware gratis dari produk yang jadi video dan foto? Dia dan istrinya tertawa.




4 Comments
kalo tutupnya ilang, anak-anak akan ketakutan..
Hahahaha 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tupperware awet banget, aku juga
Betooollll Mbak 😇👍