Masa gara-gara bermasalah melulu, MBG harus stop dulu?

MBG dan problematikanya itu inheren bin instrinsik, coba menghilangkan masalahnya saja kalau bisa.

▒ Lama baca < 1 menit

MBG marinasi nila lele pale lu! — Blogombal.com

“Napa ya Oom, MBG selalu jadi berita?” tanya Koko Pinokio berbasa-basi supaya ada bahan pembicaraan saat menunggu panggilan di rumah sakit.

“Coba tanya yang bikin berita,” jawab Kamso sambil menutup mulut karena menguap.

“Mungkin supaya medianya ada yang baca, atau mereka kurang bahan berita?”

“Mungkin. Tapi di medsos saben hari ada aja soal MBG, pake foto. Jadi nyebar eh viral soalnya akun yang banyak follower pada nge-share padahal bukan buzzer kan?”

“Kenapa akun yang mendukung MBG nggak konsisten nangkisnya, nggak kompak, Oom?”

“Mungkin udah tapi kurang viral, kalo cuma reply tangkisan siapa yang baca?”

“Atau mungkin bosen, tahu diri, atau malah tau dan liat menu MBG kayak apa, masalah dapur kayak gimana, gitu ya Oom? Atau bayaran kurang?”

“Nggak tau saya.”

“Jadi kenapa ada masalah terus di MBG?”

“Karena MBG jalan terus.”

“Jadi MBG harus tamat, Oom?”

“Bukan gitu. Justru masalahnya yang harus tamat.”

4 Comments

Junianto Minggu 15 Maret 2026 ~ 05.44 Reply

Betul, masalahnya yang harus tamat. Tiga cucu saya ikut mendapatkan MBG di sekolah, dan — mungkin kebetulan — mereka tidak pernah berkisah tentang dapat menu yang keterlaluan.

Anak sulung saya ikut mendapatkan manfaat : rutin memperoleh pesanan tas lumayan banyak dari sebuah SPPG….

Pemilik Blog Sabtu 14 Maret 2026 ~ 13.43 Reply

Dapurnya yang berslogan “dhapurmu kuwi!” saja belum bosan, kok situ jemu 🤭🫣

Tinggalkan Balasan