Baca koran di RS teringat model lawas

Masih ada orang baca berita telat ketimbang melihat layar ponsel. Apanya yang menarik?

▒ Lama baca < 1 menit

Seorang ibu membaca koran gratis milik RS Mitra Keluarga Jatiasih, Kobek, Jabar — Blogombal.com

Sambil menunggu nomor antreannya dipanggil oleh sistem layanan rumah sakit, ibu itu asyik membaca koran. Untuk kesekian kalinya saya mengeposkan soal koran di rumah sakit. Edisi yang dia baca adalah Kompas hari ini (Jumat, 13/3/2026).

Di halaman depan ada foto berita tunggal tentang kesibukan hub Lion Parcel di Halim Perdanakusuma, Jaktim, menanggapi lonjakan paket Lebaran. Foto biasa, kurang menarik. Saya pernah melihat video proses sortir, kalau tak salah di J&T, yang dibantu robot. Bagaimana menjadikannya sebagai foto berita tunggal tentu menantang setiap pewarta foto.

Friderica Kiki Widyasari - Kompas — Blogombal.com

Unsur visual yang menarik dalam halaman depan Kompas hari ini adalah dari berita telat, karena ini media cetak, tentang Friderica Widyasari Dewi, ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Januari lalu ketika nama Friderica mencuat dalam kemelut Bursa Efek Indonesia, saya menaruh perhatian pada foto dalam CNBC Indonesia (31/1/2026), karena foto ibu itu (jepretan 23/1/2026) menunjukkan dia terbiasa berpose di depan kamera, namun dalam foto terkesan mendadak, belum sempat bekerja sama dengan fotografer.

Friderica Kiki Widyasari - CNBC Indonesia — Blogombal.com

Memang kini hal biasa, setelah ada Instagram maka perempuan eksekutif berpose, dengan maupun tanpa pertolongan filter dan penyuntingan foto. Tetapi saat melihat foto CNBC saya teringat wajah lawas. Akhirnya ingatan saya pulih, itu Kiki Widyasari, model 1990-an. Kini usianya 50, menjadi doktor di FEB UGM pada 2019, lalu menjadi Dirut BRI Danareksa Sekuritas (2020–2022).

Friderica Kiki Widyasari - Tempo — Blogombal.com

¬ Arsip Tempo dengan kapsi “Artis Kiki Widyasari di Hotel Aston, Jakarta, 26 November 2004. [TEMPO/ Santirta M.; Gambar Digital; 20050216]”

Nah, kembali ke halaman Kompas hari ini, apakah saya tertarik karena ada gambar perempuan? Jujur, ya. Kadang kala. Perempuan pembaca koran juga sama, lebih tertarik gambar perempuan daripada kesibukan sortir paket. Coba perhatikan foto demonstrasi, foto jepretan demonstran perempuan kadang menjadi pilihan editor. Karena pewarta foto dan editornya pria? Saya serahkan tafsir dan kupasannya kepada para pemerhati isu gender.

View this post on Instagram

4 Comments

@sandalian Senin 16 Maret 2026 ~ 10.50 Reply

Yang saya suka dari koran adalah saya bisa melakukan “scanning” judul-judul berita lalu memilih yang ingin saya baca.

Di portal berita online rasanya agak sulit meelakukan ini, apalagi ada pembagian kanal-kanal yang mengharuskan untuk membuka masing-masing kanal.

Meskipun membuka kanal mungkin mirip membuka lembaran koran, tapi kok ya beda rasanya.

Pemilik Blog Senin 16 Maret 2026 ~ 13.05 Reply

Pernah saya tulis, itulah pengalaman yang diberikan oleh tata letak koran, yakni pemandangan mata burung. Tapi hanya berlaku untuk wong lawas.

Pengalaman yang ditawarkan oleh media daring adalah reader dengan kustomisasi.
Apakah HTML lanjutan dan CSS akan ke sana, menyajikan layout koran dalam web maupun apps, saya tak tahu. Mungkin malah tak dibutuhkan karena perilaku konsumsi informasi sudah berubah.

Zam Sabtu 14 Maret 2026 ~ 12.58 Reply

gagal fokus liat IG jualan majalah lawas.. wow sekali.. ide yang menarik..

jadi inget toko buku “bu sri”, “mBuri Sriwedari”, Solo.. yang juga menjual buku dan benda lawas macam ini..

Pemilik Blog Sabtu 14 Maret 2026 ~ 13.41 Reply

Semoga Bu Sri masih beroperasi 👍😇🙏💐

Tinggalkan Balasan