
Merek ini generik pol-polan, hanya Thank You. Konsistensi logo tidak ada. Cuma memanfaatkan stiker yang tinggal beli. Atau memang bukan logo, bukan merek, yang penting kantong kacang bawang ada tempelannya.
Bukankah itu menambah biaya? Entahlah. Saya saja yang kurang kerjaan sehingga memikirkannya. Padahal warung soto yang menjual kacang santai saja.
Camilan di warung bisa berupa titipan atau konsinyasi, bisa juga pemilik warung membeli berupa curah lalu mengemasnya seperti tampak dalam kantong kerupuk. Eh, boleh jadi kerupuk malah digoreng sendiri kemudian diberi diberi merek nama warung.
Lalu apa manfaatnya bikin pos sepele macam ini? Tidak ada, terutama bagi pembaca. Namun bagi saya berfaedah, karena memikirkan hal tak penting berarti merawat kesadaran. Dan Anda tahu, 99,9 persen isi blog wagu tidak penting.

2 Comments
Di Berlin pasti mahal 😁
jadi pengen kacang goreng..